Memanfaatkan waktu untuk melakukan kebajikan akan jauh lebih baik dari pada membiarkan waktu habis sampai engkau mati


Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena darinya; yaitu kesehatan dan waktu luang (HR. Al-Bukhari). Dari hadits tersebut kita bisa memperdebatkan soal bagaimana kita menghargai waktu dalam islam. Karena sesungguhnya kita selalu diberikan waktu luang oleh Allah SWT supaya kita beramal sholeh di dalam waktu tersebut dan agar kita sebagai umat muslim tidak menyiakannya. Nikmat Allah yang satu ini memang sering diremehkan oleh manusia, bahkan termasuk umat muslim sendiri. Apa sebetulnya hal yang menyebabkan manusia lalai dari menggunakan waktu mereka sebaik-baiknya?


وَالْفَجْرِ(1)

وَلَيَالٍ عَشْرٍ(2)
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ(3)
وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ(4)
هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ(5)



Artinya: “Demi fajar 
(1). Dan malam yang sepuluh 
(2). Dan yang genap dan yang ganjil 
(3). Dan malam bila berlalu 
(4). Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal 
(5).” Hal itu memberikan sebuah isyarat, bahwa waktu pagi adalah waktu yang semestinya dipergunakan manusia untuk berfikir, melakukan persiapan, membuat rencana sebelum terjun melakukan suatu pekerjaan.

Waktu pagi juga berarti waktu kecil dan waktu muda manusia, yang semestinya dipergunakan untuk menimba ilmu, mencari bekal dan persiapan untuk menghadapi perjuangan hidup di kala dewasanya. Kedua, ketika Allah bersumpah dengan waktu Dhuha (surat 93), maka pembicaraan Allah terkait dengan amal dan tuntutan kepada manusia untuk berbuat. Sebab, Dhuha sendiri berarti cahaya yang sangat ditunggu semua makhluk, karena mendatangkan kebaikan, baik bagi manusia, hewan maupan tumbuhan.
Islam sangat menyadari bahwa jiwa manusia tidak bisa dipaksakan untuk menggunakan waktu yang dimilikinya untuk hal-hal yang serius dan berat, tetapi islam juga tidak menyerahkan dan membebaskan sepenuhnya kepada mereka untuk menghabiskan waktu luangnya sesuai dengan selera hawa nafsu semata. Bahkan di dalam Al-Qur’anul Karim, dalam surat Al-Ashr (Waktu)
بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.
وَالْعَصْرِ
1. Demi waktu,
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
2. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.
Apa makna dibalik surat tersebut? Allah SWT berfirman dan bersumpah menggunakan waktu, yaitu pertanda dimulainya segala aktivitas makhluk Allah. Sesungguhnya manusia, makhluk Allah yang diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna itu sedang dalam keadaan merugi, merugi dalam hal menggunakan waktu. Manusia memiliki sifat bingung, ia berayun dari satu situasi ke situasi lainnya, dari satu ketidakpuasan ke ketidakpuasan lainnya, dari satu ilusi ke ilusi lainnya. Manusia hidup dengan menghamburkan waktu mereka yang seharusnya digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, dalam Q.S Adz-dzariyat ayat 56 dijelaskan bahwa:
وَ ما خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ (56)
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah- Ku.(56)
Jadi, tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya kita diciptakan oleh Allah untuk menyembah-Nya dengan sarana waktu luang yang telah dilimpahkan kepada kita. Namun tidak dipungkiri bahwa manusia juga memiliki hawa nafsu yang menyebabkan lalai dari menyembah Allah. Contohnya saja ketika diserukan “Hayya Ala Sholah” ketika adzan dikumandangkan, masih banyak umat muslim yang menggampangkan sholat, menunda waktu sholatnya hingga waktunya berakhir.
Tetapi, alhamdulillah masih ada orang-orang yang tidak merugi, berbondong-bondong dalam hal kebaikan, dan menghindari hal kejahatan. Inilah yang disebut dengan amar ma’ruf nahi mungkar.
Semoga Allah selalu melindungi kita dari menyia-nyiakan waktu, sebab waktu adalah harapan besar untuk melakukan kehidupan baik buruk untuk masa depan maka lakukanlah waktu mu sebaik baiknya.

Subscribe to receive free email updates: