Pemilik Facebook Mark Zuckerberg Mendukung Hak-Hak Umat Muslim

Mark Zuckerberg Adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif Dan Presiden. Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas Harvard.



Menanggapi ujaran kebencian dari Kandidat Presiden Partai Republik, Donald Trump, Pendiri Media Sosial Facebook, berdiri menentang pernyataan Donald Trump dengan mengatakan bahwa umat Muslim akan selalu diterima. Demikian dilansir The Guardian.

Seperti diketahui sebelumnya, Mark Zuckerberg juga telah berbicara mendukung umat Islam pasca reaksi balasan atas serangan Paris dan ia juga menyatakan dalam referensi yang jelas menanggapi kandidat Presiden Partai Republik AS Donald Trump yang sebelumnya telah melarang umat Islam memasuki negara itu – dengan menyebut ujaran Trump Senin kemarin (7/12/2015) sebagai kampanya penuh “kebencian”.
CEO Facebook itu dengan juga mengutip latar belakang Yahudinya dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya, Mark Zuckeberg mengatakan bahwa dia ingin menyuarakan dukungannya untuk umat Muslim” dalam masyarakat   kita Amerika Serikat dan juga di seluruh dunia”.
“Setelah serangan Paris dan ujaran kebencian dalam rentang minggu ini, saya hanya bisa membayangkan rasa takut yang dirasakan umat   Islam bahwa mereka akan dianiaya karena tindakan orang lain,” tambahnya.
“Sebagai seorang Yahudi, orang tua saya mengajarkan saya bahwa  kita harus berdiri   melawan serangan pada semua masyarakat. Bahkan jika  saat ini serangan itu tidak ditujukan terhadap Anda, di masa dimana serangan-serangan terhadap kebebasan bagi siapa saja akan merugikan semua orang.”
Komentar CEO Facebook itu datang   setelah Trump secara dikriti karena mengatakan   pada   hari   Senin   (7/12/2015)   bahwa umat Islam harus     dilarang memasuki   wilayah   Amerika     Serikat.
Sebagaimana diketahui Donald Trump mengatakan dalam pidato setelah serangan San Bernadino di California, akhir pekan lalu: bahwa  “Kita perlu menutup secara total dan sempurna tiap umat   Muslim yang memasuki Amerika Serikat, sementara saat kita mencari tahu apa yang  sedang terjadi. Kita saat ini [AS] sedang berada   di luar kendali. “, tegas Trump, yang terkenal akan kontroversi ucapan-ucapannya
Mark Zuckerberg, CEO media sosial Facebook yang saat ini memiliki lebih dari 43 juta pengikut di akunnya, menambahkan dalam postingannya :“Jika Anda seorang Muslim di komunitas ini [AS], sebagai Pemimpin Facebook saya ingin Anda tahu bahwa Anda selalu diterima di sini dan bahwa kami akan  berjuang untuk melindungi   hak-hak Anda dan menciptakan lingkungan yang damai   dan aman untuk   Anda. “, demikian  pernyataan Zuckeberg dalam postingan di halaman akun Fecebooknya.
Dia melanjutkan dengan merujuk pada kelahiran bayi putrinya baru-baru ini, mengatakan bahwa “Memiliki anak telap memberi kita begitu banyak harapan, tetapi kebencian dari beberapa orang dapat membuatnya mudah untuk menyerah pada sikap sinis. Kita tidak harus kehilangan harapan. Selama kita berdiri bersama dan melihat kebaikan satu sama lain, kita dapat membangun dunia yang lebih baik bagi semua orang. ”
Seperti diketahui setelah menghadapi hujan kritikan, Trump menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah mundur dari pemilihan Presiden AS 2016.
Zuckerberg juga menyatakan bahwa “Facebook akan berjuang untuk melindungi hak-hak Muslim”, tegasnya
Pernyataan itu merupakan respon langsung terhadap seruan Donald  Trump untuk melarang umat Muslim masuk ke wilayah AS. [IZ]


Subscribe to receive free email updates: