loading...

KIASAN CINTA AGAR LEBIH MENCINTAI KELUARGA KITA BAHTERA KELUARGA SAKINAH

loading...

Bukan LAUT namanya 
Jika airnya tak BEROMBAK..
Bukan GUNUNG namanya 
Jika tidak ada TANJAKAN..
Bukan LANGIT namanya 
Jika tak pernah ada AWAN dan MENDUNG
Bukan HIDUP namanya 
Jika tak pernah mengalami PERMASALAHAN...
Bukan CINTA namanya 
Jika sepanjang kebersamaan tak pernah TERLUKA..
Bukan KEKASIH namanya 
Jika tak pernah RINDU manakala tak bertemu..
Bukan CINTA namanya 
Jika tak pernah ada rasa CEMBURU manakala pasangan hatinya mendua..
Bukan SAYANG namanya 
Jika tak pernah MARAH kalau yang disayang menyimpang dari jalan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala ajarkan..
Bukan PENDAMPING IDAMAN namanya 
Jika tak pernah MENASEHATI pasangan kalau melakukan kesalahan...
Begitulah kita seharusnya bersikap terhadap pasangan, adakalanya kita : CEMBURU,
MARAH YANG WAJAR, dan 
MENASEHATI untuk mengingatkan agar kembali ke JALAN YANG BENAR.
Namun terkadang pasangan yang kita sayang BELUM PAHAM dengan niat baik kita. 
Maka BERSABARLAH, tetapi ingatkan dengan penuh KELEMUBUTAN dan KASIH SAYANG.
Ibarat BATU sekeras apapun dia, 
Jika terus-menerus terkena percikan AIR niscaya akan MEMBEKAS juga.
Demikian pula dengan pasangan kita, 
SEKERAS apapun dia akan ada masanya hatinya LULUH oleh KELEMBUTAN dan KESABARAN..

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
Konsep Keluarga Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah Dalam Al-Qur’an” dengan rujukan surat Ar-Rum ayat 21:


وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ {٢١}


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”





Berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa diantara tanda-tanda kekuasaan Allah SWT adalah Allah menciptakan manusia itu berpasangan (laki-laki dan perempuan), lalu dari kedua jenis ini dijadikan berpasangan (suami isteri) dalam suatu pernikahan, ditimbulkan pada keduanya kecenderungan (ketertarikan) lalu timbullah rasa tentram serta pada akhirnya melahirkan rasa kasih dan sayang.
Maksudnya adalah, 
mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah adalah melalui jalur pernikahan atau perkawinan yang sah baik secara Agama Islam maupun secara hukum bernegara. 
Potensi kecenderungan saling menyenangi antara laki-laki dan perempuan bukan berarti dapat melampiaskan semaunya dan tanpa ada ketentuan dan aturan, namun potensi ini harus disalurkan melalui aturan yang dibenarkan dalam Syariat Islam dan aturan bernegara.
Hadist :
Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam pernah bersabda
"Apabila Allah menghendaki, maka rumah tangga yang Bahagia itu akan diberikan kecenderungan senang mempelajari ilmu- ilmu agama, yang muda-muda menghormati yang tua-tua, harmonis dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, menyadari cacat-cacat mereka dan melakukan taubat." 
(HR Dailami dari Abas ra)
Semoga akan INDAH di penghujung harapan Ya Allah..
Semoga bermanfaat
Silahkan share
Semoga Allah menjadikan kita sebagai
"Mutiara Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah"
Aamiin ya Robbal'alamiin

Subscribe to receive free email updates: