Astaghfirullah Dua WNI Yang Jadi Korban Serangan Bom di Brussels, Masih Dalam Perawatan di RS Setempat

Media Informasi Islam - Diberitakan bahwa 2 WNI asal indonesia sedang mengalami kecelakaan bom, mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana kejadiaannya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa dua warga negara Indonesia (WNI) korban bom Belgia di bandara udara kondisinya makin membaik. Keduanya kini tengah dirawat di Rumah Sakit University Hospital Leuven, Belgia.

“Berita Ibu Korban teror Brussel meninggal tidal benar. Dari KBRI ini yang kami terima yang korban bom di airport sudah sadar dan kondisinya membaik,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (25/3).
Atas membaiknya korban, Nasir mengajak seluruh warga Indonesia mendoakan agar korban kian membaik. Dia berharap informasi itu menjadi pertanda bagus bagi keduanya. 
“Mudah-mudahan good sign dan terus membaik,” harapannya.
Sebelumnya,dua warga negara Indonesia yang menjadi korban bom Belgia di Bandar Udara Zaventem dinyatakan kritis dan sedang dirawat intensif di Rumah Sakit University Hospital Leuven, Belgia. Kedua WNI yang kritis adalah seorang ibu dan putrinya yang masih empat tahun.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menjelaskan pihaknya sudah memastikan kondisi korban, dan terus berada dalam pantauan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels.
“Kondisi ibu dan satu anak perempuan kritis, dan saat ini berada di ICU Rumah Sakit University Hospital Lauven. Anaknya yang laki-laki juga ada di ruang ICU, namun kondisinya stabil,” kata pria akrab disapa Tata, dalam jumpa pers di Kemlu, Jakarta, Kamis (24/3). (Baca juga: Pasukan Populer Irak; Wahabi Dibalik Serangan Teror di Brussels)
Tata menceritakan, ibu dan anaknya yang kritis ini memiliki paspor Indonesia, sementara anaknya yang laki-laki memakai paspor lain karena paspor Indonesianya sudah habis masa berlaku per Desember 2015.
“Kita dapat info dari maskapai Etihad, saat check in sang ibu pegang paspor Indonesia, satu anaknya yang berusia 4 tahun juga memakai paspor Indonesia. Sementara itu, anak laki-lakinya yang berusia 6 tahun tidak memakai paspor Indonesia, karena masa berlaku paspornya sudah habis sejak Desember tahun lalu,” kata Tata. (ARN)
Sumber : Arrahmahnews.com

Subscribe to receive free email updates: