Astaghfirullah Ibu Meninggal dan Ayahnya Pergi, Bocah Asal Klaten Tergolek Lemah Akibat Leukimia

Celoteh kini tak lagi terdengar dari bibir mungil Azizah. Bocah berumur lima tahun itu lumpuhakibat menderita leukimia. Ia tergolek lemah, hanya ditemani oleh kakek-nenek dan saudara sekandungnya.

Sementara, ibunya sudah meninggal dan sang ayah pergi.
Berkunjung ke rumahnya di Dukuh Gamping Cilik, Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat, Azizah nampak ditemani oleh sang nenek Sumiyati (60) dan suaminya Wagiyono (60), Selasa (22/3).
Dengan telaten, Sumi menyuntikan cairan susu melalui selang kedalam rongga hidung sebagai asupan makanan.
"Makan cucu saya ya seperti ini, melalui selang. Sebab setelahlumpuh ia jarang sekali membuka mulut," kata Sumiyati.
Dikisahkannya, Azizah sudah mulai sakit-sakitan setahun belakangan. Selama masa itu, cucunya telah berulang kali masuk keluar rumah sakit. Dari mulai rumah sakit kecil macam PKU Cawas, PKU Muhammadiyah Klaten, hingga RSUP DR Soeradji Tirtonegoro dan terakhir di RSUP Dr Sardjito di Yogyakarta.
Pada pertengahan tahun 2015 cucunya itu kembali masuk ke RSUP Dr Sardjito.Sempat pulang dengan kesehatan prima, Azizah kembali jatuh sakit pada penghujung tahun. Ia kemudian mondhok (dirawat inap) selama lebih kurang 43 hari, ditemani sang ibu Eni Winarsih.
"Sebelum pergi ke rumah sakit, cucu saya itu sempat pamit kepada saya. Mamak Mi aku periksa dhisik ya. Begitu kira-kira omongannya, wong dia itu memang wasis (pandai bicara)," kenangnya, sambil memandang lekat Azizah.
Dirawat, kondisi cucunya tidak menunjukan perkembangan positif. Akhirnya sang ibu, meminta kepada tim dokter untuk mengizinkan membawa pulang Azizah.
Dikatakan Sumi, keinginan itu juga dilandasi kondisi fisik Eni yang kala itu mengeluh sakit.
Dibawa pulang, kondisi Azizah pun sudah lumpuh. Kaki dan tangannya nampak kaku, tak bisa digerakan. Sementara bola matanya tak dapat merespon cahaya ataupun gerakan. Sedangkan mulutnya terus terkatup.
Membawa pulang sang anak, kondisi kesehatan Eni rupanya ikut menurun.
Hingga akhirnya, ia mendapatkan perawatan di rumah sakit karena radang otak."Kurang lebih sebulan lalu, Eni meninggal dunia. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia sempat minta maaf dan menitipkan anak-anaknya, terutama Azizah kepada kami," tutur Sumiyati.
Adapun, Azizah Dwi Nur Aini, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya Fadila Eka Wulandari kini tengah bersekolah SD dan adiknya Riski Aditya Tirtonegoro yang masih berusia 3,5 tahun.
Menghela Napas
Wagiyono menambahkan, sakitnya Eni dimungkinkan karena beban pikiran yang terlalu berat. Hal itu terjadi setelah suaminya, Eko Bagus Purwanto pergi meninggalkan keluarga dan kabarnya menikah lagi.
"Hal itu ditambah dengan kondisi anaknya yang terkena penyakit. Kini dimana ayah dari Azizah kami tidak tahu. Kalau tidak di Jakarta ya di Brebes, tanah kelahirannya. Ia hanya datang dulu pada saa anak saya, Eni, meninggal dunia," katanya.
Dirinya mengatakan, ia tak lagi memikirkan kepergian Eni dan Eko. Kini, masa depan Azizah yang tergolek lemah, terserang kanker darah.
Wagiyono berkata, Azizah memerlukan perhatian ekstra 24 jam. Meskipun tak bisa berkomunikasi secara lisan, ia kerap kali menangis sesenggukan (tersedu) ketika ditinggalkan sendirian."Matanya memang sudah tidak bisa melihat dengan awas, tapi telinganya masih mendengar. Kalau mau ditinggalkan, kita juga harus pamit pada dia. Kalau tidak, ia pasti menangis dan menghela napas secara cepat. Itu cara dia berkomunikasi, melalui helaan napas," terang Sumiyati dan Wagiyono.
Lebih lanjut Wagiyono berkata, ia belum berencana akan memasukan cucunya ke rumah sakit lagi. Hal itu karena, upaya medis terakhir yang ditempuh tak membuahkan hasil. Terkait biaya, dirinya mengaku tak menjadi masalah, sebab dirinya sudah ikut asuransi BPJS.
Selain itu, berbagai bantuan juga telah diterimanya dari donatur yang membaca unggahan foto dan kisah yang ditulis oleh tetangganya di media sosial.
"Sampai saat ini belum ada yang menyuruh kontrol lagi. Obatnya pun masih," tutup Wagiyono, yang bekerja sebagai buruh tani itu. (padhang pranoto)
Sumber : Tribun Jogja

Subscribe to receive free email updates: