Kisah Rasulullah Cium Tangan Tukang Batu ,Tangan yg tidak di sentuh api neraka selamanya

Media Informasi Islam - Rasulullah menjamin tangan pencari rizki halal tidak akan tersentuh api neraka, meski melakukan pekerjaan rendahan seperti tukang batu.

Rasulullah Muhammad SAW begitu mencintai umatnya, terutama pada mereka yang mencari nafkah secara halal. Bahkan, Rasulullah pun menjamin tidak akan terkena api neraka bagi mereka, meski nafkah halal itu berasal dari pekerjaan rendahan semacam tukang batu.
Suatu hari, Rasulullah baru tiba di Madinah dari peperangan Tabuk, melawan bangsa Romawi bersama para sahabatnya. Hampir seluruh sahabat mengikuti peperangan itu, kecuali mereka yang berhalangan seperti faktor usia dan sebagainya.
Ketika mendekati kota Madinah, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu di salah satu sudut jalan. Ketika itu Rasulullah melihat tangan tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Rasulullah kemudian bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?"
Si tukang batu menjawab, "Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.,"

Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda, “Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya‘.” ,
"Rosulullah shallahu alaihi wa salam bersabda

Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)
”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)
”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)
”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)
Subhanallah...
Naah bagi para pencari nafkah untuk keluarganya
Tetapv ikhlas dan sabar krn apapun pekerjaan yg di lakukan hamba Allah pasti Allah udah menyediakan pahalanya
Semoga kita termasuk umat yang dirindukan Rasulullah SAW yang selalu tetap istiqamah mengikuti dan mengamalkan Sunnah ,- Sunnah Be liau.senantiasa kita bisa berkumpul bersama para nabi dan rosul di surgaNya
Aamiin ya Robbal'alamiin
Silahkan share dan bagikan sob
Semoga bermamfaat

Subscribe to receive free email updates: