Subhanallah Protes Seorang Hamba yang Membuat Rasulullah Tersenyum


Media Informasi Islam - Kehidupan dunia adalah kehidupan sementara sedangkan kehidupan yang hakiki berada di akhirat kelak. Selama di dunia, kita dapat mengatakan segala hal meskipun itu adalah kebohongan. Tetapi, di akhirat kelak hanya anggota tubuh yang mampu bersaksi atas perilaku di dunia.

Allah telah berfirman bahwa barang siapa yang melakukan kebaikan seberat biji sawi maka dia akan melihat balasannya. Sedangkan, orang yang melakukan kejahatan sebesar biji sawi pun, ia juga akan melihat balasan kepadanya.

Anggota tubuh yang selama ini hanya bisa diam dan ikut kemanapun kita pergi. Bahkan mereka selalu menuruti setiap perbuatan yang kita lakukan. Namun, di akhirat kelak seluruh anggota tubuhnya bersaksi tanpa kebohongan sedikit pun.

Pada hari akhir kelak, mulut akan terkunci sehingga tidak dapat memberikan pembelaan terhadap kesalahannya. Sementara itu, yang akan bersaksi ialah semua anggota tubuh yang melaksanakan amal, seperti telinga, tangan, kaki, hidung, dan semuanya bersaksi pada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang hamba yang sering melakukan ingar pada Allah dan mendustakan Rasul-Nya, maka kerugian besar dan siksaan yang luar biasa akan di dapatkan pada saat itu.

Sebuah kisah disampaikan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah pernah tersenyum dan kemudian beliau bertanya mengenai alasan Rasulullah tersenyum. Senyum Rasulullah ini berkiatan dengan kesaksian anggota tubuh di akhirat kelak.

Para sahabat pun kembali bertanya apakah yang menyebabkan Rasul tersenyum. Dengan senyumnya yang khas, Rasul menerangkan maksudnya bahwa beliau kagum dengan protes seorang hamba pada Allah. Kemudian beliau terhenti. Ternyata, nanti akan ada yang protes ketika perhitungan amal.

Hamba itu bertanya kepada Allah bukankah Dia akan melindunginya dari kezhaliman dan Allah pun membenarkan hal itu. Lanjut sabda Rasulullah. Dengan semangat, hamba itu melanjutkan bahwa sesungguhnya ia tidak akan menerima seorang pun yang akan menjadi saksi, melainkan dirinya sendiri. Artinya bahwa hamba itu memiliki niat untuk berbohong sehingga ia tidak menerima saksi dalam perhitungan amalnya, melainkan dirinya sendiri.

Lalu, Allah berfirman jika cukuplah Dia, para malaikat yang mulia, dan para pencatat amal yang akan menjadi saksi pada hari perhitungan amal. Setelah itu, mulut hamba-Nya akan ditutup dan seluruh anggota tubuhnya diperintahkan bersaksi atau berbicara mengenai segala hal yang telah dilakukan olehnya. Oleh karena itu, atas ijin Allah, semua dapat berbicara sebagai kententuan Allah bahwa semua anggota tubuh akan bersaksi di akhirat.

Lalu apa yang membuat Rasulullah tersenyum? Ternyata setelah kejadian itu, hamba tersebut mendengar kesaksian seluruh anggota tubuhnya, kemudian ia melaknat anggota tubuhnya seraya berkata, “Celaka dan binasalah semua anggota tubuh”. Padahal sebelumnya ia telah membela seluruh anggota tubuhnya tersebut.

Subscribe to receive free email updates: