Wajib Baca Berita Heboh Pihak kepolisian berhasil menggagalkan pernikahan sesama jenis

Media Informasi Islam - Dalam hal ini pihak kepolisian melakukan tim investigasi untuk pelacakan agar masyarakat mampu dan terhindar dari sudut pandang buruk untuk masyarakat, Pernikahan sesama jenis di Wonosobo menghebohkan warga. Atas laporan warga, pernikahan pria dengan pria ini akhirnya digagalkan Polsek Kepil, Kabupaten Wonosobo bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Seperti dilaporkan website resmi Polres Wonosobo, tribratanewswonosobo.com, Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (12/3) lalu. Polisi mendapat laporan dari warga adanya pernikahan pria dengan pria itu. Kanit Reskrim Polsek Kepil, Aiptu Harsono dan dua anggota didampingi kepala desa dan pemuka agama mendatangi kemudian melakukan pembubaran dengan cara kekeluargaan.
Andi Budi Sutrisno alias Andini, 27 Th,  si calon pengantin yang diasumsikan sebagai pengantin perempuan telah berpakaian pengantin putri. Bahkan orang tuanya sudah mengumumkan pernikahan anaknya kepada jamaah pengajian sejak 3 hari sebelumnya. Pihak keluarga Andini juga sudah memberitahukan akan menerima rombongan pengantin laki-laki yang bernama Didik Suseno dari Pituruh, Kabupaten Purworejo.
Saat polisi datang, Andi alias Andini sudah berbusana lengkap pengantin wanita, dan Didik berjas. Polisi dan tokoh agama membubarkannya namun dengan pendekatan dan memberikan pengertian terkait larangan pernikahan sejenis dari sisi agama maupun undang-undang.
Kapolsek Kepil, AKP Surakhman mengatakan pihaknya melakukan tindakan karena ada laporan warga. Ia juga menegaskan pernikahan tersebut melanggar hukum dan meresahkan warga sehingga perlu ditindak.
“Kegiatan ini jelas melanggar hukum dan meresahkan masyarakat sekitar, kami langsung bertindak dan mengagalkan pernikahan,” ujar Surakhman.
Andini alias Andi Budi Sutrisno akhirnya pasrah, langkahnya untuk menikah dengan Didik gagal total.
“Sedih sih mas. Namun mau bagaimana lagi. Karena memang tidak boleh menurut undang – undang dan agama, ya saya cuma bisa pasrah.” ungkap Andini.Selain mendapat pengarahan dari aparat terkait, kedua pasangan dan keluarga mereka mendapat bimbingan pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Tanjunganom, K.H. Ismail yang hadir dalam peristiwa itu.
“Jadi Allah hanya menciptakan laki-laki dan perempuan. Mereka lahir sudah tegas bahwa seorang laki-laki atau seorang perempuan. Tidak ada waria atau banci. Jika pada pertumbuhannya  ternyata ada waria atau banci, itu merupakan salah satu penyakit kejiwaan yang perlu disembuhkan.  Sedangkan pernikahan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan,  hukumnya adalah haram.” ujarnya. (Kay)

Subscribe to receive free email updates: