ASTAGHFIRULLAH APAKAH BENAR KA'BAH ISINYA BABI ?? INI PENJELASANNYA ! BANTU SHARE AGAR SELURUH UMAT ISLAM DIDUNIA TAU ISI DAN KEBENARANNYA

Kabah adalah bangunan berbentuk kubus yang terletak tepat di tengah kota Mekkah. Lebih tepatnya Kabah adalah sebuah rumah khas Tiimur tengah, yaitu berbentuk empat persegi, rumah yang tidak ada atap gunungannya sebagaimana layaknya rumah di belahan bumi lain. Karena bentuknya hanya persegi, maka dapat dibayangkan Kabah ini adalah rumah yang bentuknya minimalis. Hanya ada satu pintu, dan tidak ada jendelanya.



Di luar itu, Kabah adalah kuil. Kabah adalah situs penyembahan yang sakralitasnya adalah EMPIRIS. Empiris, artinya sakralitasnya itu NYATA, bukan isepan jempol semata. Banyak kejadian yang telah dicatat sejarah yang menjelaskan akan tuah Kabah ini. Itulah sebabnya tidak ada yang berani macam-macam dengan Kabah.

Karena tuah nya yang empiris itulah, banyak komunitas-komunitas berhala yang eksis di sekitar Mekkah, merasa perlu untuk MENITIPKAN patung berhala mereka di Kabah ini. Maksud mereka menitipkan patung berhala di Kabah ini adalah, supaya tuah dan kramat Kabah itu menulari patung-patung berhala tersebut.
Jadilah, kalau semua manusia kala itu melihat Kabah sebagai sesuatu yang kramat dan tuahnya nyata, maka mereka ingin tuah dan kramat dari Kabah itu juga turun kepada berhala-berhala sembahan mereka. Akhir dari proses ini adalah, Kabah menjadi SARANG BERHALA yang laris manis. Kabah jadi ketumpuan para penyembah berhala. Kabah menjadi seperti rumah sakit, yang dibanjiri banyak pasien supaya pasien-pasien tersebut menjadi sembuh dan sehat, seperti sehatnya rumah sakit tersebut (karena banyak dokternya di sana…..).

Kabah Pra-Islam.
Raja Thubba’, adalah salah satu Raja sekitar Mekkah yang jatuh hati akan keagungan dan kekramatan Kabah ini. Ketika ia sampai di Kabah, ia segera memanjatkan doanya kepada Kabah ini, dan terbukti. Karena jatuh hati itulah, sebagai tanda terima kasih dan penghargaan nya yang besar kepada Kabah, Raja Thubba’ ini mempersembahkan Kiswah kepada Kabah. Dan ini menjadi saat pertama kalinya Kabah itu berKiswah.

Namun apakah Raja Thubba merupakan satu-satunya Raja yang jatuh hati kepada Kabah?
Di Kabah terdapat begitu banyak patung berhala. Sejarah menulis terdapat lebih dari 360 patung berhala, yang tentu saja namanya berbeda-beda, dan berasal dari sistem kepercayaan yang berbeda-beda pula.
Semakin tinggi derajat sosial umat penganut suatu sistem kepercayaan, maka semakin VIP lah tempat yang diklaim umat itu di dalam Kabah untuk meletakkan patung berhala mereka dalamnya. Dalam hal ini adalah suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku terpandang di sekitar Mekkah. Maka tidak heran suku ini mengambil tempat yang paling terhormat dalam Kabah bagi patung-patung berhala mereka.
Di luar itu, yang harus dicatat adalah adanya PARTISIPASI umat Kristen dan Yahudi dalam hal menitipkan patung sesembahan mereka di dalam Kabah ini. Kedua umat ahlul kitab ini TIDAK MAU KETINGGALAN dalam hal menitipkan / menempatkan icon-icon kudus mereka ke dalam Kabah. Mereka, kaum Kristen dan kaum Yahudi juga berpandangan bahwa Kabah mempunyai kekramatan dan tuah yang agung dan empiris. Kedua umat skriptural ini juga memandang bahwa Kabah adalah suci, kudus dan samawi. Itulah sebabnya mereka juga merasa perlu meletakkan patung  icon kudus mereka dalam Kabah supaya tuah Kabah juga menulari icon-icon Gerejawi mereka.

Praktis, di dalam Kabah itu, selain terdapat patung-patung berhala kaum pagan arabia, juga terdapat icon-icon / patung sesembahan kaum Kristen dan Yahudi, seperti patung Bunda Maria, patung Bayi Jesus, patung relief Ibrahim dst.

Demikian ditulis oleh ahli sejarah mengenai peradaban di Tiimur tengah:
Dr.Davis S.Senthilkumar: When Muhammad attacked Mecca and won the Quraysh tribes, he entered the Ka’aba and destroyed every icon except that of Jesus and Mary.:
[After the conquest of Mecca] “Apart from the icon of the Virgin Mary and the child Jesus, and a painting of an old man, said to be Abraham, the walls inside [Kaaba] had been covered with pictures of pagan deities. Placing his hand protectively over the icon, the Prophet told `Uthman to see that all other paintings, except that of Abraham, were effaced.” (Martin Linggs, “Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources” p.300, ref: al-Waqidi, Kitab al-Maghazi 834, and Azraqi, Akhbar Makkah vol. 1, p. 107. Martin Linggs is a practicing Muslim.)
Terjemahan,

Ketika Muhammad menyerang Mekkah dan mengalahkan suku Quraisy, Muhammad kemudian masuk ke dalam Kabah dan menghancurkan semua berhala kecuali patung berhala Jesus dan Bunda Maria.
Setelah penaklukan kota Mekkah, selain icon-icon Bunda Maria dan Bayi Jesus, dan lukisan lelaki tua yang dianggap sebagai Nabi Ibrahim dalam kepercayaan Yahudi, dinding bagian Kabah telah dihiasi oleh begitu banyak relief-relief berhala kaum pagan. Muhammad menaruh tangannya di atas icon-icon Gerejawi tersebut, dan memerintahkan sahabat Uthman ra agar semua items yang ada di dalam Kabah dimusnahkah, kecuali yang dianggap sebagai Nabi Ibrahim tersebut.
Dari sini kita dapat melihat, bahwa Kabah pra Islam adalah kuil yang merupakan tumpuan para penyembah berhala mengingat tuah Kabah ini begitu real nya. Kabah, karena tuahnya yang empiris itu, menjadi bulan-bulanan praktek paganisme yang menjijikkan. Walau pun di satu pihak Kabah adalah milik Allah yang dibangun oleh Nabi ibrahim, Nabi perjanjian lama, sehingga oleh karena itu harus suci dan kudus, namun di pihak lain Kabah juga tidak bisa lari dari kenyataan sosial bahwa Kabah itu ditempatkan di tengah pergaulan umat manusia, dalam hal ini di kota Mekkah. Akibat lurusnya adalah, bahwa Kabah yang sebenarnya milik Allah Yang Alkitabiah itu DISELEWENGKAN oleh praktek-praktek paganisme.
Alhasil, Kabah menjadi rumah dari begitu banyak berhala dari berbagai sistem kepercayaan, baik dari kepercayaan paganisme, mau pun juga sistem kepercayaan yang berasal dari Alkitab yaitu Yahudi dan Kristen. Dapat dikatakan, bahwa apa pun yang ditaruh dalam Kabah, maka itu adalah sesembahan, atau dianggap sebagai Tuhan atau dewa. Artinya, Kabah menjadi rumah dari begitu banyak Tuhan atau dewa. Luar biasa Kabah itu.

Apakah pernah ada di muka bumi ini suatu bangunan yang mempunyai kehebatan dan gengsi seperti yang dimiliki Kabah ini? Tidak ada. Biasanya, suatu kuil akan menjadi tempat suci bagi kaum pemuja kuil itu saja. Dan biasanya satu kuil akan diharamkan untuk dijadikan tempat persemayaman berhala-berhala dari lain sistem kepercayaan. Namun lain halnya bagi Kabah ini. DIKARENAKAN tuah Kabah yang empiris itu, Kabah menjadi satu-satunya kuil yang GO-PUBLIK, tidak seperti kuil-kuil lainnya.
Kabah telah menjadi rebutan begitu banyak kaum pagan dan kaum agama untuk dijadikan tempat persemayaan berhala-berhala mereka. Dan dengan demikian Kabah menjadi tempat paling suci di muka bumi ini.

Kabah Pasca-Islam.
Sudah menjadi Hukum Allah, pemilik dari Kabah itu, untuk menyampaikan Kabah itu kepada takdirnya semula yaitu kesucian dan keagungan, yang artinya Kabah itu harus disucikan dan dikembalikan kepada fungsinya semula yaitu sebagai rumah Allah, Bait Allah, atau Baitullah. Moment tersebut terjadi pada kehidupan Rasulullah Muhammad Saw. Setelah Muhammad Saw melakukan Futhul Mekkah, maka hal pertama yang dilakukan Muhammad Saw bersama kaum Muslim adalah membersihkan Kabah itu dari semua  najis. Ini artinya semua berhala yang berada di dalam dan sekitar Kabah harus dimusnahkan dan dihancurkan.
Seperti pada paragraf yang sudah dijelaskan di atas, Muhammad Saw memerintahkan para sahabatnya untuk menghancurkan semua berhala yang ada di dalam dan sekitar Kabah, termasuk berhala milik / titipan kaum Kristen yaitu berhala Bunda Maria dan berhala Bayi Jesus. Muhammad Saw tidak main kompromi dalam hal kesucian Kabah. Patung Bunda Maria dan berhala Bayi Jesus adalah najis yang tidak boleh berada di dalam Kabah.

Ada pun keputusan Nabi Muhammad Saw yang tidak menghancurkan relief / patung yang dikatakan sebagai representasi Nabi Ibrahim (titipan / sesembahan bangsa Yahudi), semata-mata adalah tindakan Muhammad Saw kepada seluruh Dunia untuk menegaskan bahwa Islam adalah kelanjutan dari apa yang dibawa Nabi Ibrahim as. Terlebih, Muhammad Saw mengetahui bahwa Kabah itu adalah hasil jerih payah Nabi Ibrahim as.

Tubba’ berkata, “Apa yang membuat kalian berdua (oRang Yahudi) melarangku mengikuti arahan orang-orang Hudzail?”. Kedua rahib Yahudi itu berkata <b>”Sesungguhnya kabah adalah rumah ayah kita Ibrahim</b>, dan ia seperti yang telah kami jelaskan kepadamu.
Namun penduduknya memisahkan kami daripadanya dengan cara mereka memasang berhala-berhala di dalamby, dan dengan darah yang mereka tumpahkan di sampingnya. Mereka orang-orang kotor dan orang-orang syirik”. Atau seperti dikatakannya keduanya.


Praktis, setelah pembersihan ini Kabah telah disucikan oleh Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya supaya menjadi tempat hanya untuk mensucikan dan mengagungkan asma Allah Swt semata. Itulah tujuan awal Kabah itu didirikan, sejak masa Nabi Adam dan Nabi Ibrahim as.
Kabah dalam Islam.

Masa Futhul Mekkah (Penaklukan Mekah) telah berlalu, dan menjadi bagian sejarah yang gilang gemilang. Dan selanjutnya Islam telah memantapkan eksistensinya sebagai agama Allah di muka bumi  yang benar dan lurus, bersamaan dengan agama palsu lainnya seperti Kristen dan Yahudi.
Kristen, menjadi agama yang paling di depan dalam memusuhi Islam, di samping Yahudi. Tanpa memandang sejarah yang telah dibuat bangsa Kristen di kota Mekkah, bangsa Kristen begitu gencar menghujat Islam sebagai agama penyembah batu hitam di kota Mekkah yang biasa disebut Kabah. Kristen ingin menggagalkan cahaya Islam, dan mereka menghujat Islam sebagai agama yang telah berbuat keji dengan bantuan Kabah.

Manusia-manusia Kristen berkhotbah, bahwa Islam adalah agama yang sesat, terlihat dari praktek penyembahannya yang 100% mengadopsi gaya penyembahan kaum pagan Mekkah, terlebih karena Kabah adalah peninggalan tradisi paganisme Mekkah pra Muhammad. Itu kata kaum Kristen dalam propaganda anti Islam mereka.
Kaum Kristen yang menghujat Kabah itu tidak sadar, bahwa Kristen mempunyai hubungan spiritualitas dengan Kabah ini pada masa-masa pra Islam; Muhammad Saw sendirilah yang langsung menghancurkan patung Bunda Maria dan patung Bayi Yesus yang sudah bercokol di dalam kabah; dan ini berarti Muhammad Saw menyaksikan sendiri bahwa bangsa Kristen mempunyai dan menginginkan kepentingan liturgis dan spiritual atas kabah ini. Kristen menjadi salah satu unsur yang percaya bahwa Kabah adalah bagian dari kerajaan Alkitab, dan untuk itulah bangsa Kristen menempatkan patung-patung sembahan mereka di dalam Kabah ini.

Ketika Muhammad melihat bahwa Kabah harus dibersihkan, Muhammad juga turut melihat dan menjadi saksi bahwa Kristen mempunyai hak untuk memuja Kabah dan mengakui Kabah sebagai kuil Allah yang kudus. Itulah sebabnya Muhammad melihat di dalam Kabah adanya patung Bunda Maria dan patung Bayi Jesus Kristus. Terlebih, lokasi yang diklaim patung Bunda Maria dan Bayi Jesus Kristus yang tepat berada di dalam Kabah, bukan di luar atau sekitar Kabah, yang mana itu menunjukkan bahwa umat Kristen Mekkah kala itu amat berkepentingan terhadap keagungan dan kekudusan Kabah ini. Singkatnya, terdapatnya patung Bunda Maria dan Bayi Jesus di dalam Kabah menegaskan betapa Kabah itu adalah Kristen.
Kalau lah sudah terbukti bahwa kala itu umat Kristen meletakkan patung ketuhanan mereka yaitu Bunda Maria dan Jesus Kristus di dalam Kabah, maka selanjutnya akan dapat dimengerti bahwa ke Kabah lah semua umat Kristen Mekkah menghadapkan wajah dan doa mereka ketika mereka bermunajat kepada Tuhan-Tuhan trinitas mereka, dalam hal ini Bunda Maria dan Jesus.

Keadaannya pasti akan sama dengan keadaan kaum Muslim sekarang ini yang selalu menghadapkan wajah dan doa mereka ke arah Kabah saat kaum Muslim itu hendak bermunajat kepada Allah Tuhan semesta alam. Sungguh, kala itu memang tidak ada bedanya, antara umat Yahudi, umat Kristen dan umat paganisme lainnya ketika mereka hendak bermunajat kepada Tuhan-Tuhan mereka, yaitu menghadapkan wajah mereka ke Kabah! Seolah, di Kabah itulah Tuhan mereka sedang berada.
Selanjutnya, kebencian mereka terhadap Islam telah membuat pendirian mereka terhadap Kabah semakin kacau. Hanya karena Muhammad adalah manusia yang dengan tegas menolak trinitas, maka serta-merta kaum Kristen menjadi begitu anti terhadap Kabah ini. Harap diingat, bahwa Muhammad adalah satu-satunya manusia di muka bumi ini yang menolak ide trinitas. Muhammad adalah manusia pertama di muka bumi ini yang mementahkan syahadat trinitas, karena syahadat tersebut bathil dan keji terhadap Allah. Ketika Muhammad Saw menolak credo trinitas itu, Muhammad menyertainya dengan pembersihan Kabah dari semua bentuk arca dan patung berhala yang menjijikkan, TERMASUK PATUNG BUNDA MARIA DAN PATUNG JESUS KRISTUS. Itulah sebabnya bangsa Kristen BERBALIK menjadi pembenci Kabah nomor wahid!

Artinya, kalau lah Muhammad sama sekali tidak mengganggu-gugat atau menghujat trinitasnya bangsa Kristen, pastilah sampai sekarang bangsa Kristen tidak akan semurka itu terhadap Kabah dengan semua praktek shalat milik bangsa Muslim yang menghadap ke arahnya.  Bahkan bisa jadi, bangsa Kristen pun akan ikut-ikutan memuja Kabah milik kaum Muslim itu.
Hujatan bangsa Kristen terhadap Kabah, adalah bathil penuh kecurangan, karena mereka mendasarkan hujatan mereka tersebut dengan fakta sejarah yang tidak terbantahkan bahwa pada awal dan pada masanya, semua bangsa Kristen memuja Kabah ini dengan cara meletakkan sesembahan mereka di dalam Kabah. Dan hanya karena kemudian Muhammad menolak syahadat trinitas, maka kemudian klaim Muhammad atas Kabah dianggap sebagai pelestarian dari tradisi paganistik arabia. Bangsa Kristen telah memutar-balikkan fakta.

Sebenarnya bangsa Kristen mempunyai peluang dan teori unggul untuk menyatakan dan mengakui bahwa Kabah itu adalah samawi, dan itu memang dibuktikan melalui kesejarahan Kabah pada masa pra Islam. Namun mereka pada akhirnya menolak peluang tersebut setelah nyata atas mereka bahwa Muhammad menjungkirbalikkan posisi trinitas.
Akhir kata, ketika bangsa Kristen dengan gencarnya menghujat Kabah ini, maka sebaiknya bangsa Kristen memberi penjelasan yang prima mengapa pada masa pra Islam patung Bunda Maria dan patung Jesus Kristus diletakkan di dalam Kabah. Mengapa Muhammad harus melihat bahwa di dalam Kabah itu terdapat patung Bunda Maria dan patung Jesus Kristus, seolah Kabah itu adalah Gereja yang didirikan oleh malaikat-Malaikat suci.

Kalau bangsa Kristen ingin meyakinkan bangsa Muslim bahwa Kabah adalah keji dan sataniah, maka seharusnya sejarah Kristen pada masa pra Islam TIDAK MELETAKKAN PATUNG BUNDA MARIA DAN JESUS MEREKA DI DALAM KABAH INI. Mereka harus konsisten. Adalah tidak mungkin, pada masa dahulu bangsa Kristen mengkuduskan Kabah ini, namun di masa Islam, bangsa Kristen menghujat dan menajiskan Kabah ini. Dan itu semua hanya karena Muhammad, orang yang membersihkan Kabah ini, adalah orang di muka bumi ini yang paling kuat penentangannya terhadap posisi trinitas.

Kalau saja Muhammad tidak pernah menghancurkan patung Bunda Maria dan patung bayi Jesus yang berada di dalam Kabah, pastilah sampai sekarang bangsa Kristen tetap melanjutkan pemujaan mereka terhadap Kabah ini. Tanpa sungkan-sungkan mereka akan berkata bahwa Kabah adalah kuil suci peninggalan Nabi Ibrahim, karena fakta memang menyebutkan demikian.

Dan pada akhirnya, pendirian iman kaum Muslim terhadap Kabah ini sudah  benar, tidak ada yang perlu dikoreksi lagi, bahwa Kabah adalah rumah Allah, peninggalan para Nabi karena dibangun oleh Nabi Ibrahim. Pun sujud ke arah Kabah adalah juga benar, karena toh pada masa pra-Muhammad semua bangsa Yahudi dan Kristen di Mekah kala itu juga sujud dan menghadapkan wajah mereka ke Kabah ini.

Subscribe to receive free email updates: