ASTAGHFIRULLAH BERITA HANGAT TOLONG BAGIKAN Dikira Tulis Bahasa Arab, Pakar Ekonomi Diusir dari Pesawat American Air lines

Media Informasi Islam - Seorang pakar ekonomi Ivy League dikawal turun dari pesawat American Airlines setelah seorang penumpang melaporkannya tengah menulis kode-kode dalam bahasa Arab. Padahal, sang profesor tengah menuliskan persamaan matematika untuk bahan presentasi kuliah.

 

Melansir laporan Washington Post pada Sabtu (7/5), pakar ekonomi bernama Guido Menzio, 40, yang berasal dari Italia tengah menuju Syracuse untuk melanjutkan penerbangan ke Ontario, untuk memberikan presentasi di Universitas Queen. 


Penumpang yang berada disebelahnya mencoba mengajak Menzio mengobrol, tetapi ia terlalu fokus menuliskan catatan sepanjang perjalanan. Mengira catatan itu merupakan kode dalam, sang penumpang kemudian memberikan catatan itu kepada pramugari. 

Padahal, catatan itu merupakan persamaan matematika yang dikerjakan Menzio sebagai bahan yang akan dia sampaikan dalam presentasinya. Menzio merupakan seorang profesor madya di fakultas ekonomi di Universitas Pennsylvania. 

Pesawat sudah berada di landasan pacu ketika sang penumpang yang tak dipublikasikan namanya itu mengira Menzio pura-pura sakit. Tak berselang lama, pilot mengarahkan kembali pesawat ke gerbang keberangkatan dan petugas maskapai meminta Menzio keluar dari pesawat. Menzio pun akhirnya dikawal keluar pesawat. 

Juru bicara American Airlines, Casey Norton, menyatakan tindakan itu dilakukan karena sang penumpang yang melaporkan merasa khawatir atas tindakan Menzio. 

Menzio kemudian diinterogasi oleh beberapa petugas keamanan yang mengatakan dia diduga seorang teroris. Namun, petugas memutuskan Menzio tak menunjukkan "ancaman berbahaya" setelah melihat persamaan matematika yang ditulis Menzio. 

Meski Menzio mengaku "diperlakukan dengan sopan," tetapi dia mengkritik prosedur maskapai penerbangan yang tak mampu mengumpulkan informasi menyeluruh dalam situasi seperti ini. 

Menurut Menzio, maskapai memiliki prosedur yang terlalu kaku, dalam arti maskapai mengambil tindakan dengan hanya bertumpu pada informasi dari seseorang yang bisa jadi salah mengira. 

Kejadian serupa pernah terjadi pada April lalu, ketika Khairuldeen Makhzoomi, seorang mahasiswa Universitas California, dikeluarkan dari pesawat maskapai Southwest Airlines, karena penumpang lain merasa terancam ketika dia berbicara bahasa Arab.

Makhzoomi tidak menuntut pihak maskapai, tetapi dia menginginkan permintaan maaf.

"Martabat manusia adalah hal yang paling berharga di dunia, bukan uang," kata Makhzoomi. "Jika mereka meminta maaf, mungkin itu akan mengajarkan mereka untuk memperlakukan orang dengan setara." (ama)



sumber : CNN

Subscribe to receive free email updates: