Muslimah wajib baca yah !!! Inilah Bagian Dan batasan aurat wanita terhadap wanita

Media Informasi Islam - Taukah anda wahai akhwat fillah, bahwa ada beberapa hal yang perlu wanita ketahui mengenai aurat yang wanita mili agar tidak terjadi hal-hal buruk sebab, wanita sesama wanita pun memiliki batasan aurat, inilah penjelasannya mengenai bagian dari aurat wanita untuk wanita.




Ustadz Muhammad Najihun.S.Thi yang dikutip dari Imam Nawawi di dalam kitab Nihayatuzein menjelaskan bahwa batasan aurat muslimah yang harus dipahami terbagi menjadi empat, baik terhadap mahram maupun yang bukan mahram.

Pertama, sesama mahram dan di kalangan muslimah boleh melihat tubuh muslimah, kecuali bagian antara pusar dan lutut namun juga harus melihat di tempat yang sepi seperti di rumah, kamar mandi, kamar pribadi. Tidak sedang di tempat umum atau bercampur yang bukan mahram dan muslimah non muslim.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu:  “Aku dan saudara ‘Aisyah datang kepada ‘Aisyah, lalu saudaranya itu bertanya kepadanya tentang mandi yang dilakukan oleh Nabi SAW. Lantas ‘Aisyah meminta wadah yang berisi satu sha’ (air), kemudian ia mandi dan mengucurkan air di atas kepalanya. Sementara antara kami dan beliau ada tabir”.

Al-Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah berkata, “Yang nampak dari hadits tersebut adalah bahwa keduanya (yakni Abu Salamah dan saudara ‘Aisyah) melihat apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah pada kepala dan bagian atas tubuhnya, di mana itu adalah bagian yang boleh dilihat oleh seorang mahram, dan ‘Aisyah adalah bibinya Abu Salamah karena persusuan, sementara ‘Aisyah meletakkan tabir untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, karena bagian tersebut adalah bagian yang tidak boleh dilihat oleh mahram”.

Kedua, hendaklah seorang muslimah menutup seluruh badannya ketika bersama wanita non muslim. Ketiga, menuup seluruh badannya hingga kuku kaki ketika ada laki-laki yang bukan mahramnya. Keempat, menutup seluruh badannya kecuali telapak tangan dan wajah ketika shalat.

Ibnu Qasim Al Ghozzi berkata, “Aurat muslimah merdeka di dalam shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, termasuk dalam telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan. Adapun aurat muslimah merdeka di luar shalat adalah seluruh tubuhnya. Ketika sendirian aurat muslimah adalah antara pusar dan lutut.” (Fathul Qorib, 1: 116).

Berdasarkan keterangan tersebut dapat dipetik pelajaran bahwa seorang muslimah yang menutup auratnya harus melihat dan memperhatikan situasi dan kondisi di mana dia berada. Dia juga harus memperhatikan bersama siapa dia saat itu.

Jika berada bersama muslimah sesama muslimah muslim lainnya, maka dia diperbolehkan membuka aurat kecuali bagian di antara pusar dan lutut. Namun, jika berada sesama wanita non muslim, maka dia tetap harus menutupi seluruhnya.

Subscribe to receive free email updates: