Taukah Anda Vokalis Group Band MATA Kini Hijrah Ke Religi SUBHANALLAH

Media Informasi Islam - Lagu hits di tahun 2008 itu dinyanyikan oleh vokalis Matta Band yang bernama lengkap Sunu Hermaen asal Bandung. Sejak umur 3 tahun ia sudah gemar bernyanyi dan saat bernyanyi, sang paman sering mengirinya dengan petikan gitar.
Vokalis ini merupakan anak dari seorang kontraktor yang pernah menangani beberapa proyek perusahaan besar. Terlahir dari keluarga yang menyukai musik,  membuatnya mudah untuk mendapatkan dukungan dari keluarga untuk terjun ke industri hiburan. Sejak pertama kali lagu Ketahuan mulai diputar di stasiun televisi, Matta Band, makin dikenali publik. Banyak anak muda yang menyukai lagu dengan lirik yang mudah diingat itu.
Popularitas yang diraihnya ternyata hanya membahagiakan dirinya secara lahiriah, sebagai anak band, Sunu mengaku pernah terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak baik, mulai dari suka ke klub malam, hingga perbuatan yang mengarah ke hal-hal maksiat. "Kalau dicari, kebahagiaan dari popularitas, uang, pangkat atau jabatan pernah saya rasakan semua. Saya pernah populer dan punya banyak uang waktu itu. Kehidupan pun berubah, saya suka ikut party (pesta)," kata Sunu.
ly;
Namun kegiatan hura-hura yang pernah dilakukan, sedikitpun tidak pernah membahagiakan batinnya. Meskipun secara kasat Matta ia terlihat bahagia dengan apa yang telah diraihnya namun kesenangan  semu itu tidak mampu menentramkan hati seperti yang telah ia alami saat ini, setelah melakukan hijrah(pindah dari hal yang tidak baik kepada hal yang baik, red). "Anehnya, party di mana-mana, tapi saya tidak bahagia. Malah ketika benar-benar masuk dan mendalami agama ini saya dapat ketenangan batin," lanjutnya.
Boleh jadi inilah yang dimaksud oleh Syeikh Ibnu Athaillah dalam Al Hikam, sebagaimana yang ia tuliskan bahwa adakalanya seorang hamba Allah terjerumus dalam maksiat agar ia mengerti bahwa ia telah bersalah kemudian segera bertaubat, karena jika manusia ditakdirkan tidak pernah bersalah boleh jadi ia akan menjadi makhluk Allah yang sombong.
Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Unpad ini, mengaku bahwa ia mulai mendapatkan hidayah ketika suka nongkrong di mesjid, "Awalnya nongkrong di mesjid, alhamdulillah lingkungan di sana banyak menyebutkan kebesaran Allah dan Rasulullah, hati saya merasa tergugah, di situ saya merasa sadar kalau selama ini saya salah," tutur vokalis ini.
Untuk menambah wawasan agamanya ia banyak membaca buku tentang Islam dan mendengarkan ceramah. Bahkan Sunu pernah mengikuti kegiatan jaulah (perjalanan dakwah) ke Pakistan sekaligus menuntut ilmu. Sejak 2010, Sunu sudah mengkuti pengajian Jama'ah Tabligh, bersama Reza “Noah” hanya saja ia tidak meninggalkan aktivitas bermusik seperti yang dilakukan oleh sakti SO7 dan Reza.
Sunu menganggap bahwa dunia hiburan merupakan ladang dakwah baginya, "Saya bisa dakwah di kalangan artis. Khususnya pemain band. Pemain band tahu sendiri kan, orang lihatnya pasti negatif aja," kata Sunu. Kini pria kelahiran Bandung, 22 Nopember 1980 ini aktif membawakan lagu-lagu religi bersama, Rey Nine Ball dengan nama Mediana dan pernah mengajak Umi Pipik untuk turut bernyanyi pada lagu Innallaha Ma’ana.
Group vocal yang identik dengan lagu-lagu religi ini, kerap mendapat tawaran untuk manggung sekaligus berdakwah, namun Sunu tidak menganggap bahwa hal itu adalah sebuah penyampaian ceramah, apalagi menggurui, "Memang sejak saya tampil di Madina Trans 7, saya banyak datang tawaran untuk ceramah, karena saya bukan seoarang ustadz dan saya juga nggak mau dipanggil ustadz, saya pengen tetep dipanggil Sunu Matta Band. Bahkan tawaran ceramah pun saya tolak.” Pungkas Sunu.
Meskipun penampilannya sudah berubah seperti seorang dai, namun ia tidak mau dipanggil sebagai seorang ustad, “Saya bukan ustadz, setelah saya berubah, saya lebih banyak bawakan lagu-lagu religi, tapi saya nyanyi sambil berdakwah saya nggak terlalu paham dengan agama, ilmu agama saya belum cukup untuk memberikan tausiah.” ujar Sunu.
Sunu tidak pernah berpikir bahwa perubahannya  yang berbalik 180 derajat telah mencerminkan kedalaman ilmu agamanya, ia masih terus mempelajari Islam dengan membaca buku-buku agama Islam serta mengikuti pengajian bersama teman-temannya, seperti Reza,mantan drummer band Noah, Hengky Tornado, Sakti Shiela On 7 dan sederet artis lainnya setiap Kamis di Mesjid Kebun Jeruk, Keluaran Maphar, KecaMattan Tamansari, Jakarta Barat. Mesjid ini sering diramaikan oleh komunitas Jamaah Tablig yang dikenal karena aktivitas khuruj atau jaulah ke berbagai daerah bahkan sampai ke mancanegara.

Subscribe to receive free email updates: