ASTAGHFIRULLAH !!! Berpose Shalat dengan Sepatu & Celana Pendek, Siswa SMP di Sragen Menuai Kecaman

Enam siswa SMP asal Sragen menggegerkan dunia maya karena aksi tak terpuji mereka, dengan melakukan gerakan salat di masjid mengenakan sepatu. Entah hanya mencari sensasi atau ada motif lain, postingan foto tersebut mengundang hujatan dan kecaman dari para netizen serta masyarakat luas.



Aksi yang bernuansa pelecehan agama itu mencuat sejak beredarnya foto aksi mereka yang beredar luas lewat situs facebook. Dalam foto itu,mereka mengunggah enam foto yang memperlihatkan gerakan  seolah melecehkan salat. Dengan mengenakan seragam batik Sangiran khas siswa SMP Sragen dan celana pendek biru, kelimanya menginjak sajadah dengan sepatu. Kemudian, di foto lain selesai memperagakan salat, mereka mengangkat salah satu siswa ke atas juga di dalam masjid itu dan di atas sajadah.

Tak pelak, beredarnya postingan foto tersebut membuat sebagian masyarakat mengecam keras. Termasuk dari akun FB Kumpulan Wong Sragen (KWS) yang beranggotakan puluhan ribu orang tersebut.

postingan foto siswa SMP lecehkan salat2Salah satu yang menyesalkan beredarnya foto aksi siswa itu adalah Kasek SMKN 1 Gesi, Firdaus. Ia yang mengaku mengetahui dari kiriman gambar di Whatsappnya dua hari lalu, menyesalkan tindakan mereka yang bisa mengarah pada penistaan agama tersebut.

“Saya juga dapat share foto itu. Sangat disesalkan karena itu sudah mengarah pada penistaan agama,” paparnya kepada Joglosemar, Minggu (5/6).

Salah satu perintis KWS, Suyono membenarkan beredarnya foto postingan siswa SMP berseragam batik khas Sragen dan melakukan adegan salat memakai sepatu tersebut. Ia juga menyesalkan perilaku keenam siswa yang mengundang hujatan dari netizen tersebut.

“Iya kayaknya tadi aku juga lihat. Kaya petakilan nggak punya sopan santun,” ujarnya.

Hingga kini, identitas keenam siswa SMP dan asal sekolah mereka masih belum diketahui. Namun sejumlah pihak mendesak agar pihak dinas terkait segera mengusutnya dan memberikan sanksi tegas kepada siswa yang dinilai sudah mencoreng dunia pendidikan tersebut. (joglosemar)



Subscribe to receive free email updates: