Subhanallah "Remaja dari Makasar Ini Jadi Imam Mesjid di New York,Amerika Serikat !

Ketika nama Azizul Lukmanul Hakim terpilih menjadi Imam Mesjid di Amerika selama 1 bulan mewakili mahasiswa Indonesia dengan seleksi yang konon amatlah ketat sontak semua pihak memberikan pujian. Salah satu ucapan selamat datang dari website Universitas Hasanuddin.

Azizul Hakim Mansyur Semma adalah mahasiswa FISIP Universitas Hasanuddin yang baru saja membuat prestasi yang membanggakan untuk Indonesia. Pria kelahiran Jakarta 9 April 1986 ini terpilih sebagai salah satu mahasiswa Asia yang akan menjadi Imam di Masjid Islamic Center di New York, Amerika Serikat.

Dilansir dari Nusantara Foundation, Kamis (12/5), Azizul memenuhi kriteria berdasarkan kemampuan hafalan Alquran yang dimilikinya sangat baik dan mengalahkan berbagai kandidat lainnya. Alumni Tahfizul Quran Pesantren Darul Istiqamah ini telah menekuni ilmu agama sedari kecil. Maka Kemampuan Azizul menghafal Alquran memang tidak diragukan lagi.

Pada bulan Ramadan 2016 mendatang, Azizul akan berangkat ke New York dan menjalankan dakwah serta membantu kegiatan agama di Negeri Paman Sam.

Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA didampingi Prof dr Veny Hadju PhD yang juga termasuk salah seorang Pembina di Pesantren Darul Istiqamah Maros, almamater Azizul Hakim menyampaikan rasa bahagia sekaligus pesan kepada Azizul.

“Perbaiki bahasa Inggrisnya biar komunikasinya lancar di sana,” pesan Prof Dwia seperti dikutip dari Tribunnews.

Sebelumnya putra mantan dosen Komunikasi Unhas, Mansyur Semma, ini lolos masuk Unhas karena prestasinya sebagai penghafal Alquran. Tak hanya itu saja, ia mengikuti Jalur Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK) Unhas. Setelah diterima sebagai mahasiswa Unhas, Azizul didapuk menjadi Ketua Komunitas Penghafal Alquran (Kompaq) dan pengurus Ikatan Keluarga Bidikmisi Unhas.

Unhas memberi fasilitas keberangkatan Aziz ke Amerika Serikat atas undangan Nusantara Foundation yang dipimpin Imam Shamsi Ali. Nusantara Foundation merupakan sebuah yayasan nonprofit yang berdiri sejak tahun 2013. Yayasan ini fokus pada kajian kebudayaan Islam di Amerika dan luar negeri.

Satu lagi torehan membanggakan pemuda muslim Indonesia. Selamat Aziz.

Subscribe to receive free email updates: