Subhanaallah!! Inilah Perkataan Kubur Kepada Mayat, Renungan bagi kita semua


Mayat yang telah dikuburkan dapat mendengar langkah pengiringnya. 
Liang lahat yang sekarang menjadi tempatnya berbicara, “Celakalah, engkau anak Adam! Bukankah engkau sudah “diperingatkan agar waspada akan diriku? Kesempitanku? Bau busukku? Keseramanku? Dan cacingku? Apakah kau sudah siap untuk semua itu? Apa yang telah kau persiapkan untukku?”




Jika yang dikubur itu orang mukmin, taat kepada Allah, maka kubur itu akan berkata, “Hari ini saya akan menjadi rahmatmu. Saya adalah rumah, jika orang taat yang memasukiku akan keluar dengan gembira.” Tetapi bila yang dikubur orang durhaka, kubur akan berkata: “Hari ini, saya akan menjadi siksamu. Saya adalah rumah, jika orang durhaka yang memasuki akan keluar dengan menderita.”


Dalam suatu riwayat dikatakan, ketika orang mukmin dimasukkan ke liang lahatnya, bumi berkata, “Apakah dia orang taat atau durhaka?” Apabila dia orang yang saleh, maka ada panggilan dari arah kubur, “Kembalikanlah kondisinya seperti semula, dan jadilah rahmat baginya. Dia adalah hamba yang terbaik bagi Allah dan orang terbaik yang dikembalikan kepadamu.” Lalu bumi menjawab, “Sekarang dia berhak mendapatkan kehormatan.”


Muhammad bin Shabih berkata, “Saya mendapat berita apabila seseorang disiksa dikuburnya, maka mayat-mayat yang ada di sekelilingnya berteriak, ‘Wahai orang dunia yang berselisih dengan saudaranya! Apakah engkau tidak mengambil pelajaran dari kami? Apakah engkau tidak berfikir tentang kami yang mati lebih dahulu? Apakah engkau tidak melihat terputusnya amal kami, sementara kamu masih mempunyai kesempatan? Mengapa kamu tidak meraih apa yang hilang?’ Tanah kubur juga berseru, ‘Wahai orang yang tertipu di muka bumi! Apakah kamu tidak mengambil pelajaran dari keluargamu yang telah ditelan bumi yaitu orang-orang yang tertipu oleh dunia, lalu ajal membawanya ke kubur?'”


Demikianlah peringatan yang senantiasa diteriakkan kubur kepada orang-orang yang masih hidup di dunia, untuk segera memperbaiki kesalahan dan memperbanyak amal saleh. Sayangnya tidak semua orang mendengar peringatan ini.

Islam mengajarkan Prinsip Gaya Hidup Islami yang Diridhai Allah


Sahabat dunia islam, Dalam proses kehidupan, setiap manusia pasti menginginkan dua hal untuk mewujudkan kehidupan yang mendekati kata sempurna—walaupun pada kenyataannya tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Allah SWT. Namun setidaknya jika dua hal tersebut terpenuhi dalam setiap perjalanan hidup, jelas akan membuat manusia merasakan ketentraman lahir dan batin.

Sebut saja kedua hal tersebut adalah sebagai kebaikan atau yang juga disebut sebagai al-khair, dan juga kebahagiaan atau as-sa’adah. Dua hal tersebutlah yang harus dipenuhi oleh manusia yang menginginkan kehidupan yang luar biasa sejahtera. Hanya saja, untuk mewujudkan kedua hal tersebut memang bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan setiap orang memiliki cara yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya.

Lantas, dari perbedaan cara pandang yang akhirnya menjadi perbedaan persepsi itu memunculkan beragam cara hidup atau yang lebih populer disebut sebagai perbedaan gaya hidup. Bagi umat muslim, gaya hidup setiap individu telah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya melalui Al Qur’an dan As Sunnah. Keduanya adalah penuntun yang paling tepat untuk menuju ke arah jalan yang lebih lurus.

Namun, perkembangan zaman sepertinya telah mengubah sebagian besar kaum muslim dalam memahami tuntunan dalam menjalani hidup. Saat ini sebagian besar orang memang bergaya hedonis, suka berfoya foya dan hanya memikirkan kepentingan duniawi saja. Sungguh hal tersebut sangat bertentangan dengan gaya hidup sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.


Oleh karenanya kita harus mempunyai Prinsip Hidup dalam Islami yang Diridhai Allah diantaranya yaitu:

1. Berniat Untuk Ibadah

Dalam menjalankan suatu hal di dunia ini, baik untuk hal yang berbau modern ataupun konvensional semuanya harus dilandasi dengan niat ibadah kepada Allah.

2. Baik dan Pantas

Segala gaya yang dapat dilakukan dalam kehidupan harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas, dalam arti harus sesuai dengan syariat, akal sehat, serta adat istiadat.

3. Halal dan Thayib

Segala hal yang dikenakan untuk menunjang gaya hidup harus bersifat halal secara hukum islam, serta thayib atau tidak akan merugikan atau menyakiti siapa pun.

4. Tanpa Kebohongan

Kehidupan dalam Islam sangat dilarang mengandung kebohongan, semua orang harus memiliki kejujuran sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan duniawi.

5. Tidak Berlebihan

Gaya hidup islami juga melarang seseorang untuk bersikap berlebihan, sebab hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan orang orang disekitarnya. Allah tidak menyukai orang orang yang gemar memubadzirkan sesuatu.

Subscribe to receive free email updates: