Untuk Mencari Keadilan Lelaki Ini Potong Satu Jarinya Tiap Hari, Tak Terima Istrinya yang Dip3rk0s4 Polisi di Rusia


Seorang pria memotong satu jari setiap hari, sebagai bentuk protes dan desakan kepada aparat kepolisian, terkait kasus p3rkos4an yang dialami istrinya.

Pria berusia 40 tahun itu bernama Igor Gubanov. Dia mengeklaim bahwa istrinya dianiaya dan di
p3rkos4 oleh polisi ketika pasangan ini meringkuk di dalam dua sel tahanan yang berbeda.

Insiden ini terjadi di Kota Magnitogorsk, Rusia, seperti diberitakan laman WWWN, Senin (22/8/2016).

Sejauh ini, Gubanov telah memotong dua jarinya. Dia mendesak aparat kepolisian mau membuka rekaman CCTV di tempat di mana sang istri ditahan. Hal itu guna membuktikan aksi kekerasan yang dilakukan polisi kepada mereka.

Gubanov mengaku akan terus memotong jarinya satu per satu setiap hari hingga polisi bersedia membuka video tersebut kepada publik.

Namun demikian, aparat kepolisian kota itu tak memberikan tanggapan yang serius.

Pihak kepolisian dalam pernyataan tertulis mengaku mereka telah memeriksa seluruh video yang ada. Namun, tak ditemukan satu pun bukti yang bisa membuktikan tuduhan Gubanov.

Alexandr Dudik, Jurubicara Kepolisian Magnitogorsk, menegaskan, tak ada bukti bahwa perempuan tersebut di
p3rkos4.

Gubanov pun kembali menyanggahnya. Dia menyebut, jika memang tak ada peristiwa yang dituduhkannya, maka seharusnya polisi bersedia merilis isi rekaman tersebut.

“Dengan begitu seluruh masalah akan selesai," ungkap dia.

Gubanov mengatakan, dia nekat mengambil langkah yang ekstrem itu, karena jenuh berjuang untuk kebenaran selama enam bulan terakhir.

Di malam saat peristiwa terjadi, Gubanov dan istrinya ditahan karena kasus mabuk dan melanggar peraturan. Mereka lalu ditempatkan di dua sel berbeda.

Saat itulah dua orang polisi masuk ke dalam sel sang istri, dan lalu menganiaya serta mem
p3rkos4nya.


Subscribe to receive free email updates: