loading...

POLWAN berwajah manis ini terharu dengan Perjuangan atlet DISABILITAS

loading...


Kejuaraan sebesar Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV / 2016 Jawa Barat tidak akan lepas dari pengamanan. Menghadirkan kontingen dari seluruh Indonesia dengan massa yang tidak sedikit, tentu kepolisian akan hadir di tengah-tengahnya untuk memastikan seluruhnya aman.

Ada satu yang cukup mencolok di venue tenis lapang kursi roda, di Lapang Tenis Siliwangi, Kota Bandung, pada Jumat (21/10). Ya, dia adalah Briptu Nurmala Hilda. Polisi wanita dari kesatuan Bid Propam Polda Jabar itu dilibatkan langsung untuk mengamankan kejuaraan bagi penyandang disabilitas.

Bersama tujuh orang rekannya, Lala memang sudah satu pekan lebih diberi tugas untuk menjaga venue tersebut. Setiap harinya, polisi cantik ini bertugas sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari.

"Setiap hari memang di sini sama teman-teman lainnya," kata Lala perempuan yang hobi bernyanyi tersebut, Sabtu (22/10).

Selain memantau dan memastikan pertandingan berlangsung aman, Lala tak jarang turut membantu atlet yang kesulitan untuk tiba di venue. Maklum saja, Peparnas ini memang atlet yang bertanding adalah mereka yang berkebutuhan khusus.


Dia mengatakan, tugas yang dilakukan pada kejuaraan terbesar bagi para disabilitas adalah pengalaman baru. "Baru pertama kali melihat pertandingannya," ucapnya.

Sepekan acara digelar, Lala mengamati, banyak atlet Peparnas memiliki kemampuan luar biasa. Di balik keterbatasannya secara fisik, ternyata terpancar kekuatan yang kadang membuatnya berdecak kagum.

"Mereka bermain hebat, enggak nyangka bisa seperti ini," katanya memuji.

Bahkan dia menilai, manusia yang berfisik sempurna belum tentu bisa seperti apa yang dilakukan para difabel. Sehingga dirinya merasa tersadarkan karena dengan penampilan fisiknya yang sempurna ini, belum tentu memiliki kelebihan.

"Kalau merenungkannya saya hampir menangis loh. Kita ini harus contoh semangat mereka," tutur perempuan berusia 25 tahun tersebut.

Lala tak sependapat jika keterbatasan fisik atlet disabilitas ini dinilai sebagai kekurangan. Justru, kata dia, kekurangan adalah anugrah yang diberikan sang pencipta.

"Harusnya kita yang malu, karena diberi fisik lengkap tapi terkadang banyak mengeluh," tutup pemilik rambut sebahu tersebut.

Untuk diketahui, Peparnas XV, Jabar bertindak sebagai tuan rumah. Seluruh pertandingan dilangsungkan di Kota Bandung. Ada 13 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam gelaran 15-24 Oktober mendatang.


sumber  ; www.merdeka.com

Subscribe to receive free email updates: