ASTAGFIRULLAH!!! Berdalih Mendidik, Ibu Tega Pukuli dan Siksa Anak

Seorang ibu ditahan setelah diketahui menyiksa anak adopsinya yang berusia 9 tahun. Meski sudah memukuli dan menyiksa sang anak hingga luka-luka, wanita itu bersikeras bahwa ia tidak memukulinya anaknya itu dengan keras.

Seperti yang dilansir dai China Daily, Li Zhengqin mengatakan ia memukuli anaknya dengan cambuk dengan "niat baik". Ingin memberi pelajaran pada sang anak karena ketahuan berulang kali berbohong.

"Saya sudah tiga tahun mencoba untuk memberitahukannya untuk berhenti berbohong. Namun itu sia-sia. Saya takut hal ini akan menjadi kebiasaan baginya. Saya hanya ingin mendidik dan tidak ingin menyakitinya. Saya memukulnya malam itu, tapi tidak memukulnya dengan keras," kata Li Zhengqin.



Polisi mengatakan luka anak itu tidak begitu parah, hanya 10 persen dari bagian tubuhnya. Dua ahli forensik kemudian disewa oleh pengacara sang ibu dan mengatakan luka sang anak tidak serius dan termasuk luka ringan.

Bulan April lalu, salah satu guru sang anak mengunggah foto bocah yang mengalami cedera parah. Bekas pukulan dan cambukan tanpak di sekujur tubuhnya, di punggung, tangan dan kaki.

Baca: Bocah Ini Disiksa Orangtua Angkatnya Selama 1 Tahun Hingga Seperti Ini

Bocah laki-laki yang diadopsi sejak kecil ini mengatakan ia dipukuli karena tidak menyelesaikan tugas tambahan yang diberikan oleh ibunya. Foto yang diunggah oleh sang guru ini kemudian membuat para netizen marah dan khawatir dengan keselamatan bocah itu.



Orangtua angkat sang bocah, pengacara yang juga masih kerabat orangtua biologis anak itu dan ibu kandungnya yang bermarga Zhang kemudian menggugat guru yang menggunggah foto tersebut. Mereka menuduh sang guru melanggar privasi keluarga dan merusak nama baik keluarga.

Zhang mengatakan sejak status adopsinya terungkap nilai sekolah anaknya buruk sejak ibu angkatnya ditahan. Ia berharap anak dan keluarga angkatnya bisa berkumpul kembali.

"Mereka dapat memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya dan peduli padanya," kata Ibu Zhang.



Jumat nanti, pengadilan akan memutuskan apakah sang guru bersalah atau tidak atas tuduhan yang dilayangkan oleh orangtua biologis anak tersebut.

Subscribe to receive free email updates: