Masya Allah!! Demi Nyawa Kakaknya, Wanita Ini Rela Gugurkan Kandungan Anak Pertama, Dishare ya Ini Kisahnya…!

Memilih antara menyelamatkan nyawa seorang kakak atau memiliki anak pertama tentu menjadi cobaan hidup yang sangat berat. Itulah yang dialami Yang Li, perempuan 24 tahun asal Kota Hangzhou, China.



Dia sedang hamil tiga bulan anak pertama ketika mendengar kabar kakak laki-lakinya, Yang Jun, 29 tahun, bisa meninggal jika tidak menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang. Kakaknya didiagnosa menderita Lymphoma pada September 2015 dan sejak itu sudah menjalani kemoterapi sebanyak lima kali dan radioterapi 18 kali. Terapi itu diketahui berjalan cukup sukses tapi kemudian Juli tahun ini hasil pemeriksaan menyatakan lymphoma itu muncul lagi.



Dikutip dari situs Oddity Central, (18/10), dokter mengatakan kepada Jun, satu-satunya kesempatan bagi dia untuk bertahan adalah transplantasi sel hematopoietik dan adik perempuannya adalah orang yang cocok untuk menjadi donor.





Memberitahu kabar ini kepada adik perempuannya yang sedang hamil tiga bulan tentu bukan pekerjaan mudah bagi Jun. Pada saat yang sama dia juga memikirkan nasib putrinya yang berusia tujuh tahun. Jika dia meninggal maka putrinya akan tumbuh tanpa seorang ayah. Memikirkan nasib istrinya, dia sudah tidak sanggup menahan tangis.



Apa boleh buat, akhirnya dengan berurai air mata Jun memberanikan diri mengabari adik perempuannya itu. Setelah dijelaskan, dokter mengatakan kepada Yang Li, pilihannya adalah menyelamatkan kakaknya atau memilih janinnya.



Bukan hal sederhana bagi Li untuk begitu saja mengorbankan janinnya. Dia tentu sudah membayangkan akan menimang bayi yang baru dilahirkannya. Tapi di pikirannya dia juga tidak bisa mengorbankan nyawa kakaknya. Tidak setelah segala kebaikan yang diberikan kakaknya.



"Kami tumbuh di sebuah desa terpencil di Provinsi Henan. Keluarga kami sangat miskin dan saya harus tinggal dengan bibi," kata Li dalam sebuah wawancara. "Jun ketika itu sudah bekerja di Hangzhou dan tiap kali dia pulang, dia selalu membawakan hadiah buat saya."



Setelah lulus SMA, Yang Li pindah ke Hangzhou ke tempat kakaknya untuk mencari pekerjaan.



"Sewaktu baru tiba di Hangzhou, saya diterima bekerja di sebuah salon kecantikan. Kakak sangat mengkhawatirkan keselamatan saya. Dia selalu mengantar dan menjemput saya pulang kerja setiap hari. Kalau saya kurang makan dia akan mengajak saya ke toko swalayan dan membelikan saya makanan yang enak-enak."



Meski jauh dari kedua orangtuanya, Li merasa kakaknya sangat menjaga dia.



Setelah berkonsultasi dengan suami dan mertuanya, Yang Li akhirnya memutuskan--dengan berat hati--dia akan mengorbankan kandungannya dan menjalani operasi transplantasi demi menyelamatkan kakaknya.



"Ini kesempatan terakhir kakak saya. Saya harus menyelamatkannya."









Awal bulan ini Yang Li menjalani operasi untuk mendonorkan sumsum tulang belakangnya kepada kakaknya. Hari untuk operasi itu belum ditentukan karena dokter menunggu agar tubuh Li bisa pulih terlebih dulu setelah operasi.



Tim dokter merasa sangat optimis operasi transplantasi ini akan berjalan sukses. Namun sedihnya, Yang Jun selama ini sudah menghabiskan banyak uang untuk menjalani pemeriksaan, perawatan, dan operasi. Untuk menjalani operasi selanjutnya dia membutuhnya biaya sebesar Rp 780 juta.



Dokter Cao Lihong sudah meminta bantuan kepada orang-orang berhati mulia yang bersedia memberi bantuan dana untuk menolong kakak-adik ini.





Kisah ini menyebar di media sosial China dan banyak orang terharu serta menyebut Yang Li sebagai pahlawan karena bersedia menggugurkan kandungannya demi menyelamatkan kakaknya.




sumber.merdeka.com

Subscribe to receive free email updates: