Masya Allah!! Seorang Guru Mengajar, Turut Bawa Anaknya yg Lumpuh

Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melakukan aktivitas mengajar sambil menggendong putranya yang berusia 3,5 tahun. 

Putra semata wayang pahlawan tanpa tanda jasa itu mengalami lumpuh layu sejak beberapa tahun lalu akibat radang otak yang dideritanya.Rento Ambarwati (29) mengajak para siswa kelas V SD Negeri 3 Tunggak, Kecamatan Toroh, untuk lebih dulu berdoa sebelum memulai pelajaran. Setelah itu dia menyapa siswa-siswinya dan barulah mengajar.



Tak ada yang aneh sebenarnya dari penampilan guru berhijab tersebut. Dia mengajar dengan berbalut pakaian warna cokelat khas pegawai negeri. Keanehan terlihat karena ada seorang balita berusia 3,5 tahun di kelas itu. Dia adalah Fakhri Munif Asshabhri (3,5) dan bukanlah siswa di sana, melainkan anak dari sang guru. 

Fakhri tidak duduk sendiri, tapi digendong oleh Retno tepat di punggungnya menggunakan kain selendang. Fakhri mengalami lumpuh layu sehingga tidak bisa berdiri sendiri. Sudah sebulan ini Retno membawa Fakhri ke sekolah karena ibunya yang biasa merawat kini sering sakit. Selama ini, Retno tinggal bersama ibu serta putra semata wayangnya. 

Ia merupakan orangtua tunggal. “Biasaya, Fakhri ditinggal sama ibu di rumah, tapi ibu lagi sakit. Jadi sudah sebulan dia saya bawa mengajar. Dia tidak bisa berjalan lumpuh layu,” ujar Retno, Rabu (2/10/2013).Retno menceritakan, putranya mengalami radang otak hingga mengakibatkan lumpuh layu sejak berusia enam bulan. 

Sudah empat kali Fakhri dibawa ke rumah sakit, namun kondisinya tidak membaik. Guru yang sudah mengabdi selama sembilan tahun itu kini mengaku tidak sanggup mengobati anaknya ke rumah sakit. 

Gaji Rp200 ribu per bulan yang ia terima hanya cukup untuk biaya hidup dan biaya pengobatan ibunya. Bahkan untuk menutupi kebutuhan, ia mengajar les privat. Padahal, sepekan sekali Fakhri harus menjalani terapi di rumah sakit untuk membantunya belajar berjalan. 

Dia juga harus memakai sepatu terapi.Kendati harus direpotkan menggendong saat mengajar, Retno mengaku ikhlas. Dia juga tidak malu dengan keadaan anaknya. "Kerepotan sih iya, tapi saya ikhlas menjaga anak saya. Saya tidak malu," tutupnya. Sementara itu, Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Juhari Angkasa, mengaku akan membantu pengobatan Fakhri hingga sembuh. 

Pihaknya juga akan mengusahakan Jamkesda bagi keluarga Retno agar proses pengobatan Fakhri lebih mudah. "Kami akan bantu. Jamkesda juga akan diupayakan," ujarnya.



sumber.okezone.com

Subscribe to receive free email updates: