Setujukah? Pelaku Pem3rk0s4 Bisa Bebas Jika Menikahi Korban, Ini Penjelasanya


Sejumlah anggota parlemen di Turki mendukung pembahasan Rancangan Undang-undang yang bisa memungkinkan pria terdakwa pemerkosaan dibebaskan jika menikahi korbannya.

Pemerintah menjelaskan RUU itu sebagai 'pengampunan satu kali' bagi mereka yang tidak menyadari telah melakukan hubungan seksual yang melanggar hukum.

Namun pengkritik mengatakan RUU tersebut akan 'mensahkan pemerkosaan' di Turki, yang menghadapi peningkatan tajam dalam kekerasan atas perempuan dalam satu dekade belakangan.

Tentara Turki pertama tewas dalam operasi militer di Suriah

Turki cabut larangan jilbab di kepolisian

Larangan dicabut, anggota parlemen Turki pakai jilbab

Dengan dukungan sejumlah anggota parlemen dari partai pemerintah AKP, maka RUU akan diajukan ke parlemen pada Selasa, 22 November, seperti dilaporkan wartawan BBC, Mark Lowen.

RUU itu antara lain mengatur bahwa jika pria menikahi perempuan bersangkutan, maka dakwaan atasnya akan dicabut dan pengadilannya dihentikan.

Walau ditujukan untuk mereka yang mungkin tidak menyadari terlibat dalam hubungan seks yang melanggar hukum, seperti hubungan seks di bawah umur, para pegiat berpendapat RUU akan memberi pengampunan kepada para pria yang megetahui sepenuhnya hal yang dia lakukan dan 'mensahkan pemerkosaan'.

Sikap menunduk perempuan

Jika kelak disahkan oleh parlemen, maka sekitar 3.000 pria yang terbukti melakukan kejahatan seksual akan terkena dampaknya.

Beberapa studi menyebutkan 40% perempuan Turki menderita kekerasan fisik dan seksual dengan tingkat pembunuhan atas perempuan meningkat sampai 1.400% selama tujuh tahun, antara 2003 hingga 2010.

Pemerintahan Islami di bawah Presiden Recep Tayip Erdogan sering mendapat kritik karena dianggap mendorong 'sikap menunduk perempuan'.

Dia antara lain menyarankan agar perempuan memiliki sedikitnya tiga anak dan pernah pula menyatakan bahwa perempuan dan laki-laki tidak setara.



Bagaimanapun pendukungnya mengatakan Erdogan yang membuat para perempuan yang taat bergama bisa hidup bebas, lewat pencabutan larangan menggunakan jilbab di lembaga-lembaga pemerintah.


sumber.tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates: