YA ALLAH !!! Hasil Autopsi Wanita Hamil Yang Tenggelam Bersama Kekasih di Serangan, Dimana Janinnya?

Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah telah melakukan otopsi terhadap dua jenazah pasangan kekasih korban kapal tenggelam di sekitar laut Serangan, Denpasar, Bali.

Kedua korban itu atas nama Erni Yulyana Ines (21) dan Febianto Lau (24).
Kepala Bagian/SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, menjelaskan hasil autopsi semakin memperkuat penyebab kematian keduanya karena tewas tenggelam.
Erni yang disebut keluarga sedang hamil 18 hari dibantah oleh Alit karena tidak ditemukan tanda-tanda kehamilan pada tubuh Erni,Kamis (10/11/2016)
Alit menjelaskan autopsi dilakukan pukul 10.30 Wita dan berlangsung sekitar dua jam. Hasil autopsi semakin mendukung dan menguatkan hasil pemeriksaan luar (PL).
Hasil PL menemukan adanya tanda tenggelam berupa busa halus yang keluar dari rongga mulut dan hidung, tanda-tanda mati lemas berupa pelebaran pembuluh darah pada bola mata.
“Autopsi yang baru kita lakukan lebih menguatkan bukti tersebut, dengan ditemukan adanya busa halus pada seluruh saluran nafas sampai ke paru-paru,” ujar Alit
Selain itu, tanda lain yang menandakan korban tenggelam adalah terjadinya sembab pada paru-paru, ada tanda-tanda mati lemas berupa bintik perdarahan di paru-paru, dan juga adanya cairan di rongga dada kanan dan kiri.
Pada pemeriksaan getah paru, pihak forensik juga menemukan pasir halus.
“Itu menandakan bahwa korban menghirup air laut yang relatif jauh dari pantai, agak ke dalam karena pasirnya halus, kalau di pantai pasirnya kan kasar,” jelasnya.
Pada jenazah Erni juga ditemukan hal serula yaitu adanya busa halus pada seluruh saluran nafas, paru-paru sembab, kemudian pada getah paru terdapat ganggang hijau yang menandakan Erni menghirup air laut.
Alit juga membantah Erni sedang hamil karena tidak ditemukan tanda-tanda kehamilan pada tubuh Erni.
"Tidak ada pembesaran pada perut dan juga rahim," ujar Alit.
Sedangkan pada jenazah Nakazawa pihak forensik masih menunggu persetujuan pihak keluarga untuk dilakukan autopsi. (Sarah Vanessa Bona)

Subscribe to receive free email updates: