Saat Hendak Ambil Air Wudhu untuk Salat Tahajud, Nenek dan Cucunya Tertimpa Bangunan Rumahnya yang Ambruk



Tusiran, Kamsinah dan Cucunya Tertimpa Bangunan Rumahnya yang Ambruk

Pagi itu, Sabtu (3/12/2016) sekitar pukul 01.00, Kalimah (58) keluar dari rumahnya untuk mengambil air wudhu. Ia akan melaksanakan salat malam, tahajud.

Baru beberapa meter melangkah keluar dari rumahnya, dia dikagetkan dengan dentuman suara bangunan ambruk.

"Saya mau melaksanakan salat malam, tiba-tiba ada suara ambruk. Sangat keras sekali suaranya," kata Kalimah saat ditemui.

Ia kemudian mencari suara yang bersumber dari samping rumahnya. Ternyata ia melihat rumah tetangganya yang hanya berjarak sekitar satu meter dari rumahnya, ambruk.

"Ada suara la ilaha illallah dari tumpukan bangunan yang ambruk," katanya.

Dia melihat, pasangan kakek nenek, Tusiran (60) dan Kamsinah (55), serta cucunya Viena Iklima Putri (5), terkubur reruntuhan bangunan.

Melihat ketiga korban terkubur batu bata dan kayu-kayu peyangga rumah, Kalimah kemudian berteriak meminta pertolongan.

"Saya kemudian berteriak minta tolong," katanya.

Korban kemudian berhasil dikeluarkan dari tumpukan reruntuhan dengan selamat berkat pertolongan warga.

Tusiran (60) mengalami luka ringan di kepala, sementara istrinya Kamsinah (55) harus mendapat tujuh jahitan di kepala.

Sedangkan cucunya Viena Iklima Putri (5) tidak mengalami luka.

"Putri saat dikeluarkan dalam keadaan pingsan. Tapi kembali siuman saat tiba di rumah sakit," katanya.

Sutrisno, kerabat keluarga korban mengatakan diduga penyebab rumah ambruk karena konstruksi bangunan sudah lapuk. Selain itu, pondasi rumah juga sudah terkikis akibat air hujan.

"Bangunannya sudah lama, selain itu pondasinya juga terkikis air," katanya saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, saat peritiwa berlangsung cuaca sedang tidak hujan dan tidak ada angin kencang.

Sementara itu, Slamet Daroini, anak korban mengaku sedang tidak berada di rumah saat kejadian.

"Saya sedang keluar, jadi tidak tahu," katanya.

Slamet mengatakan, sehari-hari rumahnya hanya ditempati orangtua dan keponakannya. Ia mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. (rbp)



Sumber.tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates: