loading...

WOW HEBOH !!!... Penjual Pisang Goreng Yang Cantik Ini Bisa Beli 3 Mobil Mewah. Ternyata Inilah Yang Dia Lakukan...

loading...
Saya menginginkan berbagi sedikit mengenai perjalanan hidup yang diawali dari zero. Saya tdk datang dari kelompok orang kaya dan itu tidak gampang untuk saya untuk menikmati apa yang saya miliki saat ini. Bapak saya sudah wafat sewaktu saya dan adik-adik masihlah kecil. Ibu sayalah yang banting tulang melindungi saya dan adik-adik.



Saya mulai mencari duit sampingan waktu usia belasan th., tepatnya saat masihlah SMP. Diantara usaha saya saat itu yaitu melayani 'rebonding' rambut setiap pulang sekolah. Saya menjalankannya dirumah saja dan ibulah yang keluarkan modal untuk membeli barang peralatan.

Saya sempat juga bantu tetangga dekat tempat tinggal saya jualan pisang goreng saat pembantunya tidak datang. Saya tidak pernah malu untuk lakukan pekerjaan apa pun walau bukan pekerjaan 'glamour', asalkan rezeki itu halal.

Ibu saya tidak pernah sekali juga menyuruh saya mencari uang sendiri, namun dia juga tidak mencegah. Saya mencari uang sampingan bukanlah karena saya hidup susah saja, namun untuk membeli barang keperluan saya dan juga dikarenakan minat yang mendalam dalam usaha.

Sesudah tamat SMA, saya kerja berjualan jus buah-buahan di depan sekolah sambil menunggu panggilan untuk kuliah. Saya memperoleh tawaran dari UITM di jurusan Electrical Engineering (Electronic) namun terpaksa ditolak sebab saya lebih tertarik jurusan Quantity Surveying di satu perguruan tinggi swasta. Berbelanja di sekitar tempat tinggal tidaklah murah, saya mulai aktif berdagang dengan cara on-line sebagai dropship saja.
Jualan On-line dari Kampus

Pada th. 2010, satu-satunya mobil keluarga saya yaitu mobil Kancil sudah 'total lost' akibat kecelakaan. Ibarat patah kaki, ingin kemana saja juga susah. Ibu saya memakai duit simpanannya untuk beli tunai satu mobil sisa namun ditipu temannya. Ibarat telah jatuh tertimpa tangga juga.

Akhirnya ibu saya dapat beli mobil Saga lama dengan harga 2-3 ribu ringgit bila tidak salah. Mobil itu agak jelek, atapnya bocor juga. Bila hujan, air bakal menitik masuk dalam mobil. AC-nya juga tak berperan. Setiap kali hujan kaca mobil bakal beruap, terpaksa lap memakai tangan dari sebelah dalam.

Namun satu saja yang saya salut pada ibu, dia tidak pernah mengeluh walaupun sekali. Selalu tenang serta tersenyum. Namun hati anak mana yg tidak sedih lihat kondisi itu. Tambahan juga saat itu saya masihlah kuliah, memang sangat sedih teringat kondisi ibu dan adik-adik di desa. Hampir tiap-tiap malam mengalir air mata.

Waktu itu tersebut titik balik saya, saya benar-benar bertekad untuk merubah hidup keluarga. Saya menginginkan cukup saya saja yang terasa sulit seandainya adik-adik saya senang. Pada umur saya awal 20-an, saya habis-habisan mencari duit. Jadi dropship memberi banyak ruangan dan peluang buat saya. Saya tidak butuh keluarkan modal, mengepak dan kirim barang.

Cuma butuh promosi dan memperlakukan konsumen dengan baik saja. Resiko juga rendah dan begitu pas untuk yang baru menginginkan berbisnis online. Namun saya type orang yang tidak sukai ada ditempat yang sama, saya selalu mencari cara untuk upgrade tiap-tiap apa yang saya bikin.

Saya mulai mengeluarkan modal untuk mengambil stok agar untung semakin besar serta lebih gampang untuk saya untuk 'cash on delivery' (COD) dengan konsumen. Tiap-tiap malam, saya hingga kurang tidur untuk melayani konsumen. 

Hampir setiap hari terkena antrian panjang walau untung yang saya bisa tidak seberapa. Rumah yang saya sewa penuh dengan stock yang saya borong sedikit untuk sedikit.

Agen `Modal Dengkul` 

Tamat kuliah saya buka toko kecil pertama saya. Beragam barang saya jual antaranya baju, produk kecantikan, dan juga dessert yang saya bikin sendiri. Dari jadi agent saja saya jadi stokis berbekal keuntungan yang saya kumpulkan.

Untuk saya, bila ingin sukses dalam usaha harus berani ambik resiko. Dari modal serendah 100, bertambah jadi 200, 400 dan meraih beberapa ribu ringgit saat saya mulai jadi stokis untuk sebagian produk. Siang hari saya jagalah toko dan mengepak barang untuk di kirim. Waktu malam saya memakai WhatsApp melayani konsumen dan menyiapkan pesanan kue serta biskuit. Hampir tiap-tiap malam saya tidur jam 3-4 pagi serta kadang-kadang sampai subuh. Maklumlah oven saya kecil saja, sekali bakar hanya bisa dua loyang biskuit.

Pada bln. puasa saya mengambil peluang buka gerai di depan toko saya. Kebetulan di depan toko ada mini bazaar ramadhan tiap-tiap th.. Keinginan biskuit juga bertambah pada masa itu hingga di malam raya saya tidak tidur hingga ke pagi raya mempersiapkan pemesanan.

Sesudah mandi saya selalu kirim kue ke beberapa konsumen yang ada. Saya bersyukur saya pintar mengambil peluang yang ada di depan mata dan bikin keputusan cepat. Walau penat serta pegal-pegal tubuh akibat kerja tanpa ada henti namun saya tidak pernah mengeluh dan terasa puas apabila apa yang saya bikin mendapat sambutan. Semua saya buat seorang diri, sayalah kulinya, sayalah bosnya.

Usaha saya semakin lama makin maju serta saya telah mempunyai banyak pelanggan tetap. Disuatu hari saya bertekad untuk bikin produk kolagen sendiri. Walau saya sulit, namun telah jadi fitrah wania memang menyukai keindahan.

Saya menginginkan terlihat cantik serta membantu wanita lain untuk terlihat cantik. Memang berikut impian saya sejak kecil yang tidak diduga jadi kenyataan. Saya banyak dibantu oleh kekasih hati saya yang sekarang telah jadi suami saya. Dialah sebagai tulang punggung dan banyak menyumbangkan tenaga dan buah pikiran untuk memajukan usaha kami.


Karena usaha kami Alhamdulillah produk kami yaitu semakin dikenal. Bukanlah di kenal karena iklan dan marketingnya namun di kenal karena beberapa ribu testimoni yang sukses mendapatkan manfaat dari produk kolagen kami.
Mobil Rongsok Bertukar Range Rover

Siapa kira dari anak kampung yang dahulu hidupnya sulit, pernah naik mobil berlubang sana sini dan atap mobil bocor, kini dapat memiliki 3 buah mobil yaitu Range Rover Evoque, Audi dan Myvi waktu umur masihlah 24 th..

Bila dulu saya jadi kulinya, saya saat ini jadi bos yang dapat mempekerjakan banyak karyawan untuk memudahkan masalah saya. Toko saya yang dulunya sempit dan kecil saat ini telah jadi lebih nyaman serta luas. Hidup saya saat ini beralih hampir 360 derajat! Tidak pernah menyangka usaha saya sampai kini bakal membuahkan hasil.

Saya dahulu dibenci kini dipuji. Yang dahulu menjauh saat ini datang mendekat. Alhamdulillah sukur, dari zero kini nilai penjualan bulanan saya meraih 6 digit. Tidak ada kemauan sedikit juga untuk riak dan takabur. Tapi saya berharap dengan pengalaman saya ini dapat berikan semangat dan ide pada mereka yang hidup sulit seperti saya dulu.

Tak ada yang mustahil bila kita mampu berupaya. Jangan sampai malu untuk merubah hidup, bahkan juga walau ada yang menyindir serta menghina. Kesenangan takkan datang dengan sendirinya tanpa ada usaha.

Bila jatuh sekali juga janganlah takut untuk kembali bangun. Walau diuji berkali-kali, hadapilah dengan tabah. InsyaAllah yang pahit itu bakal ada manisnya nanti.

Subscribe to receive free email updates: