Media Tanah Air Kembali Terguncang,!! Kenapa Cewek Jerman Ini Mau Dinikahi Pria rondong dari Kampung Masamba SUL-SEL Yang Tidak Tamat SD, Ternyata Alasannya Sangat Mengejutkan,,



Masih ingat kisah Bayu Kumbara, pria biasa dari Padang yang menikahi bule cantik keturunan Inggris bernama Jennifer Brocklehurst?

Pada akhir tahun 2015 lalu kisah pernikahan mereka sempat menggemparkan media Indonesia, lantaran Bayu yang biasa-biasa saja mampu memikat hati Jennifer yang cantik jelita.


Ternyata, kisah serupa kembali mengguncang media Tanah Air.

Adalah pasangan Sumardin dan Ermina Fransica.

Melansir TribunSolo.com, Jumat (20/1/2017), Ermina Fransica merupakan wanita asal Würzburg, sebuah kota otonom di Bayern, Jerman, yang dipersunting Sumardin, warga Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Keduanya menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Masamba, pada 17 Januari 2017 lalu.


Menakjubkannya lagi, Ermina yang sebelumnya merupakan seorang non Muslim kini akhirnya memeluk agama Islam, mengikuti agama Sumardin.

“Pada bulan sembilan (September), kami mengurus berbagai persyaratan untuk bisa menikah,” kata Ermina.

Kepada TribunLutra.com, Ermina mengaku tidak pernah menyangka jika dirinya akan menikah dengan orang Indonesia.

“Tapi kami dipertemukan Allah,”kata Ermina dalam bahasa Indonesia terbata-bata, Rabu (18/1/2017).

Padahal, jika dilihat dari latar belakang Sumardin, dia bisa dibilang hanya seorang pria biasa saja.

Sehari-hari, pria berusia 29 tahun ini mengelola kebun. Pekerjaan tersebut ia lakoni karena pendidikan rendah.

“Saya tidak tamat SD (sekolah dasar),” kata Sumardin.

Walaupun pendidikannya rendah, namun jiwa sosial Sumardin dapat diacungi jempol.

Semangatnya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa bagi warga masyarakat di desanya tak pernah pudar.

Bertemu di Rumah Pohon

Pertemuan Sumardin dan Ermina Fransica berawal di Baloli, sebuah desa yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Masamba.

Di desa tersebut, terdapat sebuah Rumah Pohon, rumah untuk tempat belajar bahasa Inggris khusus untuk warga setempat.

“Awal bulan tiga (2016) saya datang di sini (Baloli) tinggal di rumah Adnan (rekannya) untuk project Rumah Pohon,” cerita Ermina.

Secara kebetulan, Sumardin juga ikut menjadi penggiat dalam project Rumah Pohon tersebut.

Di sanalah pertemuan itu terjadi. Tanpa disangka, seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta di antara mereka mulai tumbuh.

Mereka pun memutuskan pacaran hingga akhirnya membawa hubungan itu ke pelaminan setelah merasa hatinya bisa disatukan.[[ http://palingseru.com/ ]]

Subscribe to receive free email updates: