Al Qur'an Di Injak Dan Di Jadikan Alas Tidur oleh Bocah Tengil Ini, Bantu Sebarkan Agar Pelaku Segera DI Tangkap

Lagi, Pelecehan Terhadap Umat Islam, Al Qur'an Di Injak Dan Di Jadikan Alas Tidur, Bantu Sebarkan Agar Pelaku Segera DI Tangkap

Semakin lama semakin menjadi Alqur'an di buat mainan,Di unggah 6 jam yang lalu..Gak ada rasa takut karena setelah di tangkap tidak ada proses hukum. Sebar Astaghfirullah, apa yang di pikirkan oleh anak ini, sehingga Al Qur'an kitab suci umat islam ini,
Di Injak Dan Di Jadikan Alas Tidur,

Akun Bernama "Midut Khecill" Ini Mengupload dua Foto yang sangat melecehkan umat islam. Foto Pertama dia Sedang Berpose tidur beralaskan Al-Qur'an. Foto Kedua Dengan Posisi Duduk Sambil menginjak Al-Qur'an Di Duga Foto ini Di Ambil Dari Sebuah Mushola.

Sebelumnya jagat dunia maya di hebohkan oleh aksi tak terpuji, pria asal sumatera barat bernama kapry nanda juga berpose menginjak Al-Qur'an. 
Bantu Sebarkan Agar Pelaku Segera Di Tangkap.


mazhab Syafii telah menegaskan bahwa orang yang sengaja menghina, baik secara verbal, lisan maupun dalam hati, kitab suci al-Quran atau hadis Nabi saw. dengan melempar mushaf atau kitab hadis di tempat kotor, maka dihukumi murtad.

Dalam kitab Al-Fatawa al-Hindiyyah, mazhab Hanafi menyatakan, bahwa jika seseorang menginjakkan kakinya ke mushaf, dengan maksud menghinanya, maka dinyatakan murtad (kafir).

Dalam Hasyiyah al-‘Adawi, mazhab Maliki menyatakan, meletakkan mushaf di tanah dengan tujuan menghina al-Quran dinyatakan murtad.

Dalam kitab Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah dinyatakan, ulama telah sepakat bahwa siapa saja yang menghina al-Quran, mushaf, satu bagian dari mushaf, atau mengingkari satu huruf darinya, atau mendustakan satu saja hukum atau informasi yang dinyatakannya, atau meragukan isinya, atau berusaha melecehkannya dengan tindakan tertentu, seperti melemparkannya di tempat-tempat kotor, maka dinyatakan kafir (murtad).

Inilah hukum syariah yang disepakati oleh para fukaha dari berbagai mazhab, bahwa hukum menghina al-Quran jelas-jelas haram, apapun bentuknya, baik dengan membakar, merobek, melemparkan ke toilet maupun menafikan isi dan kebenaran ayat dan suratnya. Jika pelakunya Muslim, maka dengan
tindakannya itu dia dinyatakan kafir (murtad). Jika dia non-Muslim, dan menjadi Ahli Dzimmah, maka dia dianggap menodai dzimmah-nya, dan bisa dijatuhi sanksi yang keras oleh negara. Jika dia non-Muslim dan bukan Ahli Dzimmah, tetapi Mu’ahad, maka tindakannya bisa merusak mu’ahadah-nya, dan negara bisa mengambil tindakan tegas kepadanya dan negaranya. Jika dia non-Muslim Ahli Harb, maka tindakannya itu bisa menjadi alasan bagi negara untuk memaklumkan perang terhadapnya dan negaranya.

Karena itu, sanksinya pun berat. Orang Muslim yang menghina al-Quran akan dibunuh, karena telah dinyatakan murtad. Jika dia non-Muslim Ahli Dzimmah, maka dia harus dikenai ta’zir yang sangat berat, bisa dicabut dzimmah-nya, hingga sanksi hukuman mati. Bagi non-Muslim non-Ahli Dzimmah, maka Khilafah akan membuat perhitungan dengan negaranya, bahkan bisa dijadikan alasan Khalifah untuk memerangi negaranya, dengan alasan menjaga kehormatan dan kepentingan Islam dan kaum Muslim.
Sumber : [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...