Geger ! Tak Hanya Jenazah, Pelawat Juga Bantu Keluarga Masukka Benda Hitam Ini ke Liang Lahat

Upacara pemakaman ini seketika jadi viral di media sosial.
Acara penguburan jenazah seseorang identik dengan duka yang mendalam.
Biasanya, seseorang akan dimakamkan di dalam liang lahat lalu ditimbun dengan tanah dan bebatuan.

Suasana kesedihan pun akan terlihat jelas dalam acara tersebut.
Dalam liang lahat orang-orang pun hanya terfokus dengan satu hal, yang tak lain adalah jasad orang tersebut.
Namun hal ini tak terjadi di sebuah acara pemakaman.
Dilihat dari akun Si Bendot Liar di Facebook, ia mengunggah tiga foto yang bikin netizen heran.
Sebab hal ini tak biasa dilakukan di banyak daerah di Indonesia.
Terlihat di sana banyak orang mengelilingi kuburan tersebut.
Wajah mereka terlihat sedih.
Tapi liang lahat terlihat lebih besar dari biasanya.
Ternyata ada sesuatu yang ditambahkan ke dalamnya.
Benda itu termasuk benda yang berat untuk dimasukkan ke dalam liang lahat.
Benda itu tak lain adalah sebuah motor.

Facebook Si Bendot Liar‎
Facebook Si Bendot Liar‎ ()

Motor Honda Dream berwarna merah dan hitam itu dimasukkan ke dalam lubang di samping peti jenazah.
Masih simpang siur dimana lokasi hal ini terjadi.
Ada yang bilang di Indonesia.
Tapi tak sedikit yang berkata jika itu terjadi di Kamboja atau Thailand.
Facebook si Bendot Liar
Facebook si Bendot Liar ()

Bagaimana menurut Anda?

Facebook si bendot liar
Facebook si bendot liar ()

Dikubur Hidup-hidup
Seorang pria mencium istrinya, mengucapkan salam perpisahan, sebelum dikubur hidup-hidup di bawah sebuah ruas jalan di luar sebuah gereja di Belfast, Irlandia Utara.
Keluarga dan teman-teman dekat John Edwards berkumpul dan menaburkan tanah ke atas peti mati yang dtempati pensiunan tersebut.
Apa alasan John Edwards rela dikubur hidup-hidup seperti ini? Ternyata John hanya "tinggal" di bawah tanah selama tiga hari.
Dan selama tiga hari itu, John dibekali jaringan internet dan tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya.
Aksi ini dilakukan John ternyata untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap mereka yang mengalami kecanduan dan depresi.
John, yang adalah mantan pecandu narkoba itu, mendirikan yayasan amal Walking Free yang membantu mereka yang berniat bunuh diri atau kecanduan.
Dari dalam "makamnya" itu, John akan menyiarkan "live streaming" untuk memberikan nasihat dan bimbingan kepada para pecandu.

Selama tiga hari, John Edward akan tinggal di dalam peti yang disiapkan secara khusus ini.
Selama tiga hari, John Edward akan tinggal di dalam peti yang disiapkan secara khusus ini. (Mirror.co.uk)

"Saya mantan pecandu narkoba dan sudah 25 tahun sya sudah bersih dan tak menggunakan obat-obatan terlarang," kata John, Rabu (1/3/2017).
Selama tiga hari tinggal di dalam peti jenazah, John akan menyiarkan serangkaian kisah untuk menumbuhkan harapan bagi mereka yang berjuang melawan kecanduan dan depresi.
"Saya tahu ini adalah sebuah langkah radikal tetapi orang-orang yang menghubungi saya adalah mereka yang sudah tak berniat hidup atau mereka yang mengenal seseorang yang semacam itu," ujar John kepada Belfast Live.
"Rencana saya adalah berbicara kepada mereka dari dalam makam sebelum mereka memutuskan untuk mati dan memberi mereka harapan," tambah dia.
Sepetak tanah di dekat Gereja Willoshield, di sisi timur Belfast, disiapkan untuk aksi unik tersebut.
Peti jenazah yang digunakan dibuat khusus, sehingga John tak hanya berbaring tetapi juga bisa duduk di dalamnya.
Selain itu, disiapkan juga lampu dan jaringan internet agar John bisa tetap berkomunikasi dengan dunia luar.
Semua kegiatan John selama tiga hari di dalam peti itu akan disiarkan lewat situs Walking Free dan Facebook.
Selama di dalam peti, John akan menerima email, ngobrol lewat Skype, mengirim pesan singkat untuk banyak orang di seluruh dunia.
Orang-orang ini kemudian akan berbagi kisah inspiratif mereka yang akan disiarkan John dari bawah tanah.
"Orang-orang akan berkomunikasi dengan saya bagaimana pengalaman mereka mengatasi trauma, keinginan bunuh diri, mengendalikan anak-anak atau anggota keluarga yang kecanduan zat tertentu atau perilaku," papar John.(*)

Subscribe to receive free email updates: