Kisah Perjuangan Sorang Ayah yang tak pernah mengeluh dan selalu pulang malam hari demi sesuap nasi


Sosok pahlawan yang berani mengorbankan semuanya demi kebahagiaan keluarga adalah seorang ayah. Keringat yang bercucuran , terik panas matahari bahkan dinginnya hembusan angin selalu dilawan ketika mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.
Dan kali ini ada sebuah kisah pengorbanan ayah yang bisa bikin banyak orang tersentuh hatinya. Kisah seorang ayah yang tak pernah mengeluh mencari nafkah ini berawal dari obrolan seroang wanita saat mengantarkan suaminya yang tidak sengaja didengar oleh seorang.
Sosok tetangga yang tak disebutkan namanya ini membagikan  kisah obrolan itu di sosial media facebook.
Dalam kisahnya pengguna akun yang dirahasiakan namanya mengaku tak sengaja mendengar percakapan antara istri dan suami di depan pintu gerbangnya.

Begini kisahnya :

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah Saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.
“Yah, beras sudah habis loh…” ujar isterinya.
Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah,
“Ayah…, besok Agus harus bayar uang praktek”.
“Iya…” jawab sang Ayah.
Getir terdengar di telinga Saya, apalah lagi bagi lelaki itu, Saya bisa menduga langkahnya semakin berat.
Sementara , usai mendengar percakapan antara suami dan istri di depan pagar rumahnya itu , dia pun menjadi ingat pesan anaknya yang minta dibeliin kelengkeng.
“besok beliin lengkeng ya” dan saya hanya menjawabnya dengan “Insya Allah” sambil berharap anak Saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.
Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar,
“jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya”.
Kontan saja SMS itu membuat teman Saya bingung dan sedikit berkelakar, “ini, anak siapa minta susunya ke siapa”.
Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah.
nyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan r
Keluh kesah istri dan anak semuanya dibebankan kepada suami. Itulah kenapa jika seorang ayah yang selalu sabar dan berusaha mencukupi kebutuhan rumah tangga hingga bisa bikin anak istrinya bahagia ini adalah sosok ayah yang luarbiasa.
Karena tak dipungkiri juga jika diluarsana banyak ayah yang memilih melakukan hal – hal hina demi bisa mendapatkan rejeki yang berlimpah. Namun mereka nekat mengorbankan keimanan hingga nekat melakukan hal – hal yang dilarang Allah hanya demi bisa bikin keluarganya bahagia.
Bahkan mirisnya ada sosok ayah yang tak sanggup menahan beban keluarga hingga memilih jalan dengan mengakhiri hidupnya dengan seutas tali.
Akan tetapi , sosok ayah yang satu ini benar – benar luarbiasa. Dia bisa menopang semua beban keluarga hanya dengan senyuman. Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.
Ayah ini meyakini bahwa Allah tidak akan menguji seorang hamba kecuali sebatas hamba tersebut mampu memikulnya, dan Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dengan meyakini bahwa tiada cobaan yang tidak berakhir dan Jalan keluar selalu akan datang kepada hamba-hamba yang hanya bersandar pada pertolongan dan kasih sayangNYA semata.
Sosok ayah yang satu ini benar – benar bersyukur dengan rejeki yang selalu di dapatnya walaupun tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang begitu banyak. Perlahan namun pasti dengan segala usaha dan kerja keras semua permintaan anak dan biaya hidup keluarga akan tercukupi selagi si ayah mau bekerja keras dan meyakini rejeki allah yang tiada putus bagi umat-Nya.

Subscribe to receive free email updates: