Merinding! Jutaan Orang Menangis ! Ayah Orang Kaya, Tapi anaknya Membuat Ayahnya Malu?


Sudah menjadi kewajiban bagi seorang ayah untuk menafkahi keluarganya, tentunya dari sumber yang halal dan baik.
Namun sebagian ayah lupa, bahwa yang dibutuhkan keluarganya bukanlah sekadar materi.
Ada banyak harapan dan kebutuhan anak, yang tidak bisa diukur dengan uang.
Kisah inspiratif nan menyentuh ini mengangkat bahasan tentang besarnya cinta anak kepada orangtuanya, yang ternyata jauh lebih besar dari “perkiraan” ayahnya .
Kisah yang dilansir dari akun Youtube arid Hamz ini merupakah kisah yang amat menyentuh.
Dalam video yang dibagikannya itu.
Ada seorang anak bernama Umar yang meminta ayahnya untuk bisa datang ke acara Father's Day di sekolah.
Sang ayah awalnya tidak bisa datang karena urusan pekerjaan.
Karena mendapatkan desakan dari sang istri, sang ayah akhirnya mau menemani anaknya.
Setibanya di sekolah seluruh anak tampil dengan kebolehan dan keahlian mereka.
Seperti menyanyi, membacakan puisi, dll
Setibanya giliran Umar, ia malah memilih membaca Al Quran.
Sebelum membacakan ayat AL Quran.
Umar meminta pak Arief untuk naik ke atas Panggung.
Pak Arief adalah guru yang mengajarkan Arief membaca Al Quran di sekolah.
Singkat cerita ia membaca Al Quran disimak oleh pak Arief.
Semuah yang hadir terharu bahkan ada yang menangis.
Setelah Umar selesai membaca Al Quran.
Pak Arief kemudian bertanya, mengapa Umar lebih memilih membaca Al Quran.
Jawaban Umar sangat menyentuh membuat semua yang hadir larut dalam keharuan Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikut pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW.
Siapa yang membaca Al Quran, mepelajarinya, dan mengamalkannya, makai dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahaya seperti cahaya matahi dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia"
Keduanya bertanya,"Mengapa kami dipakaikan jubah ini" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran" (HR Al-Hakim).
Kemudian Umar kembali berkata, "Pak guru, saya ingin mempersembahkan "Jubah Kemuliaan" kepada Ayh dan Ibu saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yang berbakti kepada orangtuanya.."
Mendengar jawaban tersebut, semua orang terisak dan tidak bisa membendung air mata mendengar ucapan anak berumur 10 tahun ini.
Tak lama kemudian, di tengah suasana hening, tiba-tiva terdengar teriakan "Allahu AKbar" dari seorang yang lari dari belakang menuju panggung.
Ternyata dia Ayah si Umar, yang dengan tergopoh-gopoh langsung menemui anaknya lalu bersimpuh dan memluk kaki anaknya.
Seraya meminta maaf karena selai ini tidak pernah memperhatikanmu dengan ilmu agama. apalagi mengajarkan al quran.

Subscribe to receive free email updates: