Wanita Ini Temukan CD Anak 9 Tahunnya Sering Ada Cairan Putih, Siapa Sangka Ternyata

Seorang anak perempuan berusia 9 tahun ternyata sudah menerima pelecehan seksual selama 3 tahun oleh tetangganya.
Bagaimana mungkin seorang tetangganya tega melakukan hal ini selama 3 tahun?
Menurut informasi, selama 3 tahun ini tidak ada orang yang tahu akan hal ini.
Dilansir dari Elitereaders, semuanya berawal saat ibunya menemukan kalau celana dalam putrinya sering ada cairan berwarna putih.
Dia pun akhirnya membawa sang putri ke rumah sakit untuk diperiksa.
Siapa sangka, sang ibu baru mengetahui kalau ternyata anaknya sudah tidak lagi perawan.
Bahkan, putinya menderita sakit radang panggul, alat kelaminnya pun mengalami peradangan.
Setelah sang ibu bertanya terus menerus, akhirnya putrinya berecerita akan "pelaku" dari perilaku yang sangat kejam ini.
Semuanya ternyata dilakukan oleh tetangganya!
Hal yang membuat sang ibu tidak percaya adalah, hal ini sudah berlangsung selama 3 tahun dan tidak ada yang mengetahuinya.
Hal yang membuat sang ibu lebih menyesali hal ini adalah karena selama 3 tahun ini.
Putrinya selalu dengan patuhnya akan pergi mencarinya setiap akhir pekan dan orang tuanya sama sekali tidak tahu menahu akan hal ini.
Saat ini, pelakunya sudah tertangkap, namun masih dalam tahap pemeriksaan
Keluarga ini baru pindah 4 tahun sebelumnya ke Guang Zhou, China dan membuka sebuah tempat penginapan.
Bulan 7 tahun lalulah, sang ibu pertama kalinya menemukan kalau celana dalam anak perempuannya terus menerus kotor karena cairan putih.
Ia pun curiga dan akhirnya memutuskan membawa anaknya ke rumah sakit.
Saat itulah dia baru bertanya pada anaknya, Siao qi, "Ada yang suka pegang tempat kamu pipis?"
 Siao Qi mengangguk, kemudian mengatakan kalau ayah Siao lu, tetangganya suka menyentuhnya.
Ibunya kemudian melanjutkan pertanyaannya, "Gimana pegangnya?" Siao Qi kemudian mempraktekan hal ini dengan tangannya.
Ayah Siao lu ini, adalah tetangga mereka yang kurang lebih berusia 50 tahun.
"Anakku sangat sering bermain dengan anak laki-lakinya, kadang memang suka pergi ke rumah mereka."
Sejak saat itulah sang ibu tidak mengijinkan lagi Siao qi pergi ke rumah Siao lu.
Menurut pengakuan sang ibu, ayah Siao lu adalah orang yang pendiam, setiap hari akan duduk menjaga toko, biasanya memang jarang pergi kemana-mana.
Namun saat sang ibu bertanya lebih lanjut soal ayah Siao Lu, jawaban Siao qi selalu, "Tidak tahu" atau "Aku lupa"
 Siapa sangka ternyata kejadian ini sudah berlangsung selama 3 tahun.
 Waktu wartawan mendatangi rumah keluarga Siao qi, dia dan adiknya sedang bermain, sebenarnya Siao qi sangat penurut dan pintar.
Ibunya mengatakan, biasanya anaknya memang tidak apa-apa, tapi malam hari.
Kadang suka tiba-tiba menangis. Kadang bahkan sewaktu bermain dengan adiknya.
Dia tiba-tiba marah tanpa alasan, sambil marah sambil menangis.
Waktu ibunya datang memeluknya, dia baru tahu Siao qi takut melihat bambu yang berjatuhan, takut diikat di potongan bambu.
"Sekarang tiap kali melihat peandangan sejenis itu, dia pasti akan ketakutan dan menangis.
Ilustrasi
Ilustrasi ()
"Coba ceritain sama mama, dia gimana sama kamu pertamanya?"

"Gak mau"

"Kamu bilang aja sama mama, mama akan kasih kamu hadiah."

"Aku mau tas baru"

"Ya kamu cerita dulu, nanti mama beliin"

Setelah terdiam beberapa saat, Siao Qi menjawab, "Aku tidak mau"
Ibu Siao Qi ingin memaksanya, namun Siao qi juga bisa marah sambil berkata, "Mama mau aku ngomong darimana, orang udah sering, aku juga ga inget lagi, pokoknya sekarang udah gak sakit."
Ibu Siao Qi melihat semua ini, hanya akan menyalahkan diri sendiri,
"Semua gara-gara aku, waktu itu cuman peduli kerja dan cari uang, aku sama sekali gak memperhatikan hal kayak gini. "
Suaminya yang duduk di sampingnya waktu diwawancarai, sama sekali tidak berkata apa-apa.
 Sampai saat ini, pelakunya masih dalam penyelidikan.
Tiga tahun sudah berlalu, apa akibatnya hal seperti ini bagi seorang anak 9 tahun?
"Sekarang tiap kali melihat peandangan sejenis itu, dia pasti akan ketakutan dan menangis.
Ilustrasi
Ilustrasi ()
"Coba ceritain sama mama, dia gimana sama kamu pertamanya?"

"Gak mau"

"Kamu bilang aja sama mama, mama akan kasih kamu hadiah."

"Aku mau tas baru"

"Ya kamu cerita dulu, nanti mama beliin"

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...