Kesabaran Kakek Penjual Garam: Uang Hasil Dagang Dicuri Saat Salat, Namun Ini yang Ia Lakukan



Kesabaran dan kerja keras dari kakek penjual garam ini patut jati contoh.

Diusianya yang sudah tidak lagi muda itu namun masih bersemangat untuk mencari nafkah.

Dengan menggunakan sepeda ontel tua, kakek itu setiap harinya bulak-balik untuk mengambil dan menjual garam.

Kakek yang diketahui bernama Rapidi itu tinggal disebuah dusun di Jaba Kulon, Cirebon.

Ada yang menarik dari kakek penjual garam ini yang dibagikan oleh pengguna akun facebook Ang Nano Tarsana.

Ketika itu Ang Nano sedang berada di dalam masjid, usai menjalani salat.

Saat itu Ia pun bertemu dengan Kakek penjual garam yang diketahui bernama Rapidi.

Saat berbincang rupanya Kakek itu baru saja kehilangan uang hasil dagannya saat Ia sedang menjalankan shalat dzuhur.

Padahal duit itu adalah uang tabungannya selama menjual garam beberapa hari.

Karena satu bungkus garam Kakek Rapidi hanya mengambil untung Rp 500.

Namun Kakek Rapidi tidak pernah menyesal dan marah.

Malah saat itu dia berkata bahwa itu sudah takdirnya dan harus diterima.

'kien wis takdire sing gusti Allah'

Itulah yang membuat siapapun yang membaca atau mendengar cerita tersebut akan salut dengan kesabaran, perjuangan dan rasa syukur yang dimiliki oleh kakek Rapidi.

'CURHATAN YANG MEMILUKAN.

beliau kakek rapidi, Kehilangan uang hasil kerja kerasnya saat ia sholat zhuhur di masjid.

Dalam hati saya sempat marah, kakek yang jualan garam per bungkus 500 perak, tapi uangnya dicuri orang sampai 175,000, tega banget yg mencurinya.

Tapi dia bilang, "kien wis takdire sing gusti Allah"

Setelah itu beliau menanyakan.

"Nano mpun apal dereng doa mubarok.

Saya bilang alhamdulillah.

Beliau banyak cerita tentang masa lalunya.


Dan wajah kakek rapidi yg sebelumnya terlihat muram. Beliau akhirnya tersenyum tertawa.

Ya Allah berkahilah rizqinya, Berkahilah umurnya. Dan berkahilah amal ibadahnya. Aamiin'

Facebook Ang Nano Tarsana ()

Melihat apa yang dipostinga oleh pemilik akun facebook beberapa netizen pun menulsikan komentarnya.

Bahkan beberapa netizen mengatakan beberapa kali pernah bertemu dan melihat kakek Rapidi saat sedang menjual garam.

Ayu Ningsih : Ya allah sedulurnya embah q kakek ropidi org pegagan sering maen kerumah juga beliau orange sabar rajin sholat rajin ibadah. Itu kejadiane dimana??

Facebook Ang Nano Tarsana ()

Imas Maskuni : Ya Allah melaas pisaaan. Kta kuh sering nangis kari ndeleng bpa tuo ikih mider, bagen kitae masih due uya gah padu tuku bae melas mbir aja abot mider2e. Keterlaluan temen wong kang nyolong duite kuh yaa.

Telungdina : Pitungdina Matangpuluh Iy yh kyk wong pegagan kita sering deleng mang rapidi bolak balik.

Subscribe to receive free email updates: