Masya Allah, Kisah Kakek Sholeh, Tukang Ojek Pangkalan yang Santun Dan Baik Hati



MEDIA INFORMASI ISLAM - Sejak munculnya ojek online, sebagian tukang ojek pangkalan penghasilannya menurun. Pasalnya, mereka menjadi sulit untuk mendapatkan pelanggan yang mau membayar ongkos lebih mahal dari pada ojek online. Hal ini, ternyata juga dialami seorang tukang ojek pangkalan tua, bernama Sholeh. 

Pak Sholeh kerap kali kesulitan mendapatkan pelanggan. Selain karena adanya ojek pangkalan, menurutnya, banyak orang yang malas dengan tukang ojek tua. Soalnya mereka takut Pak Sholeh yang mangkal di dekat Stasiun Pal Merah ini, terlalu lambat saat membawa motor. 

Suatu hari, Dewi Rachmayani akhirnya memakai jasa Pak Sholeh. Pengalaman ini dia ceritakan di Facebook dan kisahnya diceritakan kembali oleh sang sahabatnya, Mery Hasan. Jadi, saat itu Dewi sudah memesan ojek online. Namun, Pak Sholeh menawarkan jasanya sambil memberikan helm. 

Akhirnya, Dewi memilih untuk menggunakan jasa Pak Sholeh dan membatalkan pesanan ojek onlinenya. Selama perjalanannya dari Pal Merah ke Kuningan, Dewi yang sering dipanggil Decil ini banyak bertanya kepada Pak Sholeh yang sudah berumur 65 tahun. Ternyata, Pak Sholeh kemudian menceritakan kehidupannya sebagai tukang ojek pangkalan. 


Mulai dari kesulitan mencari penumpang, dan juga anggapan orang yang tak mau memakai jasa tukang ojek tua. Hati Dewi tersentuh dengan kisah tersebut. Apa lagi ketika Pak Sholeh bertanya apakah Rp20 ribu terlalu mahal untuk tarif dari Pal Merah ke Kuningan. Dengan bertanya seperti ini, Pak Sholeh dan penumpangnya mencapai kesepakatan. Dia tak pernah mau mematok harga. Karena dengan begitu, dia dan penumpang sama-sama ikhlas. 

Dewi dan Mery kemudian menceritakan keikhlasan Pak Sholeh, tukang ojek online dalam bekerja, meskipun usianya sudah tua. Mereka berdua berharap, dengan menceritakan kisah ini, akan ada penumpang yang mau memakai jasanya.

Subscribe to receive free email updates: