YA ALLAH Ini 4 Fakta Remaja Pakai Kaos Ikeh 69, Mengaku Tak Tahu Maknanya Sampai Menangis Ketakutan



MEDIA INFORMASI ISLAM - Baru-baru ini media sosial tengah diramaikan dengan unggahan foto yang memperlihatkan beberapa remaja menggunakan kaus hitam yang mengandung gambar tidak senonoh, Senin (25/9/2017).

Tak hanya gambar tidak senonoh, kaus tersebut juga bertuliskan kata 'Ikeh 69' yang makin membuat gempar orang-orang yang melihatnya.

Melansir dari Tribun Pontianak, kejadian dalam foto tersebut terjadi di trotoar di Jalan Ahmad Yani Pontianak, yang diketahui tidak jauh dari Masjid Raua Mujahiddin, Jalan Ahmad Yani pada Minggu (24/9/2017).

Lokasi tersebut memang merupakan kawasan Car Free Day yang selalu ramai setiap akhir pekan.

Akibat kelakuan sekelompok remaja ini, lokasi Car Free Day menjadi tercoreng.

Terlebih lagi lokasi tempat sekelompok remaja tersebut berkumpul pun tidak jauh dari Kantor Komnas HAM dan KPAID Kalimantan Barat.

Berikut tim TribunWow.com himpun fakta-fakta dari kejadian yang viral di media sosial ini.

Simak selengkapnya di sini!

1. Buat Wali Kota Pontianak geram

Melansir dari Tribun Pontianak, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji pun berang adengan adanya sekelompok remaja yang berani terang-terangan menggunakan baju bergambar pornografi di area Car Free Day.

Saat itu ia mengatakan bahwa pihaknya akan mencari tahu anak yang memakai kaus tersebut.

Menurutnya, apa yang sudah mereka kenakan saat itu sudah menjurus kepada pornografi dan sudah tidak bisa ditolerir lagi.

"Saya minta kepolisian untuk cari mereka dan cari motif komunitas ini," tegasnya ketika dihubungi lewat WhatsApp, Senin (25/9/2017).

Ketika ditanya soal pengawasan CFD, dia tak menjawab pasti, Sutarmidji hanya berujar bahwa CFD merupakan tempat olahraga.

"Kan kita tidak tahu ada kayak gini dan belum tentu juga anak kita. Polisi harus cari yang pakai kaus itu," pungkasnya.

2. Perwakilan orangtua minta maaf

Satu di antara orangtua sekelompok remaja Ikeh 69 yang viral di Facebook, Gusti Muhammad Iqbal, meminta maaf kepada seluruh masyarakat akibat perbuatan anaknya yang membuat heboh Pontianak.

"Saya sangat menyesali masalah ini, saya juga tidak tahu masalah anak-anak ini, tadinya tahu berita ada teman membicarakan dan saya konfirmasi panggil anaknya," ujarnya, saat ditemui malam hari di Sekreteriat MABT Kubu Raya, Senin (25/09/2017) melansir dari Tribun Pontianak.

Ia menjelaskan bahwa anaknya sendiri tidak mengetahuinya, saat mengerti ada yang mengancam lapor ke polisi, sang anak pun ketakutan.

Maka dari itu ia memberikan klarifikasinya.

"Saya sebagai orang tua, minta maaf sebesar-besarnya mungkin ada kesalahan, dan saya juga sebagai orang tua. Walaupun selama ini sudah cukup, ternyata masih kurang. Jadi mohon maaf, saya jamin anak saya tidak melakukan hal seperti itu. Karena ketidakmengertian mereka seperti ini," ungkapnya.

3. Anak-anak banyak yang menangis

Tak hanya itu, Gusti Muhammad Iqbal juga menjelaskan bahwa anaknya sempat menangis dan meminta maaf.

Gusti sebagai orangtua pun memberikan pesan untuk jangan sekali-sekali mengikuti sesuatu yang tidak mengerti.

"Sebagai orang tua saya minta maaf atas kejadian ini yang tidak mengenakan masyarakat Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya. Dan hal ini akan saya bina terus dan perhatikan anak saya. Saya rasa cukuplah pembelajaran bagi dia dan terpukul berat anak-anak," katanya.

Untuk masalah kaus tersebut, Gusti mengaku belum sampai menanyai karena anak-anak remaja itu semuanya menangis dan merasa terpojok.

Ia pun mengatakan, baju ada yang dikoyak dan ada juga disimpan.

"Jangan sampai merusak mental mereka bagaimana-bagaimana. Saya akan selalu mengawasi anak saya dengan adanya kejadian ini, saya tidak mau kecolongan lagi, akan dilihat bagaiman perkembangannya, berteman dan lainnya, akan saya awasi terus. Takut akan memperburuk masa depan mereka, bimbingan juga akan diberikan. Dan akan perbanyak ekstrarikuler mereka yang baik-baik," ujarnya.

4. Pengakuan mengejutkan salah satu pengguna kaus

Seorang anak yang menggunakan kaus tersebut, sebut saja Bunga, mengaku bahwa dirinya tidak tahu makna baju dan tulisan tersebut.

"Kami dapat baju itu, kami buat sablon, awalnya kami gak tau arti Ikeh itu, dan kami dapat gambar itu dari saran orang sablon. Memang sih kami yang minta karena ingin beda dari yang lainlah ya, nama juga anak-anak ingin keren sendiri terlihat beda bajunya," tuturnya, Senin (25/09/2017) malam.

"Kalau dibilang makna tidak tahu, tapi kalau gambar itu pasti semua orang taulah," terangnya melansir kembali dari Tribun Pekanbaru.

Perihal gambar, Bunga menjelaskan bahwa awalnya itu adalah asli gambar orang dalam bentuk animasi.

"Kalau gambar ya tahu, tapi maksudnya tidak taulah, harganya Rp. 60 ribu perbaju, Kami tidak langsung buatnya, tapi satu-satu di daerah Kota Baru," katanya.

Ia juga mengaku bahwa menggunakan kaus tersebut langsung dairi rumah tanpa didobeli dengan jaket.

"Ada anggota pun acuh tak acuh jak. Kan ada pak polisi jaga pagi-pagi di CFD. Saat itu berempat yang menggunakan," katanya.

Bunga pun mengaku juga bahwa dirinya menyesal dan malu akibat kejadian tersebut.

"Menyesal ya pasti menyesal malu juga. Kasian juga dengan orangtua sendiri, tapi bagaimanalah terlanjur dan bubur dah jadi nasi bisa minta maaf jak," ujarnya.

Ia mengatakan, saat viral, temannya ada koyakkan bajunya di rumah, karena takut.

Teman, kata dia adalah kenal biasa, karena juga saudara teman dan adik.

"Saya mewakili dari gruplah ya, 69 mengucapkan penyesalan yang amat sangat, minta maaf juga pada Pak Wali Kota telah mencemarkan nama Kota Pontianak, kami sangat menyesal," ucapnya.

Namun saat ditanya menamai grup, ia pun menepis.

"Itu tu bukan grup, tapi jika dilihat ramai disebut grup, tapi kami bukan grup, dan tidak ada grup, berkumpul itu pun dirumah saya," tukasnya.

Subscribe to receive free email updates: