Kiamat Sudah Dekat Lagi-lagi Bikin Geger Warga Jember, Terjadi lagi pernikahan Sejenis inilah pelaku dan indikasinya



Insting untuk melepaskan diri dari jeratan hukum, tidak hanya dimiliki pelaku pidana kelas kakap. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pasangan sejenis Muhammad Fudholi (21) warga Plalangan Kecamatan Panti Jember dan Ayu Puji Astuti (23) warga Desa Panca Karya Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur, sempat berupaya melepaskan jeratan hukum yang membelitnya terkait pernikahan sejenis.

Namun, upaya tersebut justru membuat penyidik terhibur. Keterangan yang disampaikan keduanya malahan membuat penyidik tertawa sehingga suasana penyidikan kasus dugaan pemalsuan dokumen terkait pernikahan sejenis ini pun berjalan santai.

"Tersangka tidak tegang, santai seperti bercerita kepada temannya," tutur Kanit PPA Reskrim Polres jember, Iptu Suyitno Rahman, Senin, 20 November 2017.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, penyidik mengawali pertanyaan kondisi kesehatan dan identitas tersangka, yakni Ayu Puji Astuti. Saat ditanya namanya sesuai KTP, tersangka malah menjawabnya sembari tertawa kecil.

Atas jawaban itu, sambil bercanda penyidik mengatakan, "Sing genah koen jawab (Yang benar kamu jawab), namamu yang benar siapa?" tanya penyidik. "Muhammad Adhib, Pak," jawab tersangka.

Karena penyidik kurang yakin dengan jawaban tersangka, maka jawaban itu dikonfrotasi dengan salah seorang keluarganya. Ternyata pihak keluarga menyangkal kedua nama itu. Menurut keluarga, nama asli tersangka yaitu Syaiful Bahri.

"Setelah dikonfrontir itu, baru mengakui namanya Syaiful Bahri," kata Kanit PPA yang biasa dipanggil Pak Yit.

Sementara, saat ditanya jenis kelamin, tersangka bersikeras mengaku berjenis kelamin perempuan. Bahkan, dia mengatakan sudah melakukan hubungan suami istri dengan pasangannya.

Namun, ia mengaku mengalami perubahan kelamin sejak bermimpi kejatuhan telur di kepalanya. Setelah mimpi itu, pagi harinya alat kelaminnya, berubah menjadi laki-laki.

"Ayo, pengakuanmu tidak masuk akal, tak torkop koen, lek gak ngaku (Saya pukul kamu kalau tidak mengaku)," ujar Pak Yit sambil bergurau.

Sambil tersenyum, Ayu Puji Astuti, pelaku pernikahan sejenis ini akhirnya mengakui lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Bahkan, bisa mengalami ereksi. Pengakuan ini membuat penyidik dan tersangka tertawa bersama.

Subscribe to receive free email updates: