YA Allah Kasihan, Ibu Ini Hanya Sempat Beri Susu Bayinya 18 Hari Sebelum Lumpuh dan Ilang Ingatan,Kisahnya Bikin Haru



Seorang ibu berusia 37 Tahun bernama Meriam Zakaria harus menjalani hidup yang memilukan.

Pasca dirinya mengidap penyakit Hipokalemia atau kekurangan nutrisi dan garam membuat tubuhnya lumpuh.

Ia tidak bisa berbicara dan hilang ingatan, sehingga tanggun jawab sebagai ibu untuk mengasuh 4 anaknya.

Dilansir dari Thereporter, Suaminya, Mohd Zaki Ismail, 37, mengatakan, istrinya hanya sempat menjaga anak bungsu mereka dalam tempoh yang sangat singkat .

Usai dirinya mengalami masalah kesehatan yang sangat parah.

"Selepas melahirkan anak bungsu, dia menjadi semakin lemah, kerap muntah dan kedua-dua belah penuh menjadi kaku dan tidak dapat digerakkan.

Sebelum ini dia pernah berkeadaan seperti itu termasuk saat dia mengandung. Tidak bisa berpanjangan dan dia akan sehat selepas beberapa hari.

"Tapi keadaannya menjadi serius selepas melahirkan anak bungsu dan saya ke rumah sakit.

Namun Meriam tidak sadarkan diri selepas menjalani perawatan dan lumpuh. Malah pemeriksaan doktor mengatakan jika oksigen tidak sampai ke bagian kepala yang tidak menyebabkan dia tidak bisa berbicara selain dia seperti hilang ingatan, "katanya saat ditemui di rumah susun di Kampung FELCRA Bukit Tandak, Rantau Panjang.

Pilu hati Mohd Zaki keluarkan anak bungsunya tumbuh tanpa belaian ibunya. Malah anaknya itu hanya sempat menyusu badan selama 18 hari saja.

Mohd Zaki dan keluarga terpaksa tinggal di rumah kakaknya untuk memudahkan dia menguruskan Meriam dengan dibantu ahli keluarga.

"Saya perlu menguruskan istri bebas termasuk pakaian dan suasana susu khas menggunakan wayar melalui hidung dan perlu sentiasa bersih di bahagian leher yang ditebuk," katanya.

Mohd Zaki mengakui hasil kerjanya di bengkel tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan istri dan empat anaknya.

"Memandangkan isteri saya membutuhkan lampin pakai buang dan susu khas, saya butuh sediakan RM600 sebulan untuk keperluannya. Ini tidak termasuk anak anak untuk sekolah dan yang masih kecil.

"Isteri juga membutuhkan katil khas memandangkan dia tidak boleh bergerak. Sekarang kami meminjam katil dari saudara terdekat yang bersimpati dan terbiasa untuk sementara waktu," katanya.

Mohd Zaki takkan takdir itu terlalu berat untuk dipukulnya, namun dia perlu cekal dan menguatkan semangat agar agar isterinya seperti sedia kala, apatah lagi anak-anak yang membutuhkan ibu mereka.

Mohd Zaki kini memikul tanggungjawab sebagai bapa dan ibu kepada anak-anak yang mendapat hakikat ibu mereka terlantar dan tidak seperti asli.(*)

Subscribe to receive free email updates: