loading...

Curhat Tsania Marwa Soal Pertemuannya dengan Sang Buah Hati, Menahan Tangis Lihat Sikap Atalarik

loading...


Pesinetron Tsania Marwa (26) pada 18 April 2017 lalu, membuat pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Aduan Marwa kepada KPAI dikarenakan sejak Maret 2017 atau sejak pecahnya hubungan rumah tangganya dengan sang suami, aktor Atalarik Syach yang mengakibatkan Marwa membuat gugatan cerai ke Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Brat.

Dimana aduan tersebut dikarenakan Marwa merasa dirinya tidak bisa bertemu dengan kedua buah hatinya, Syarif Muhammad Fajri (4) dan Aisyah Shabira (2,5).

"Kemudian pada 28 Juli 2017 lalu, bersama dengan KPAI, saya bertemu dengan kedua anak saya dan juga Atalarik, lewat mediasi," kata Tsania Marwa ketika ditemui di gedung Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anakn di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).

Saat mediasi, Marwa mengaku dirinya tidak leluasa bertemu dengan kedua anaknya, dikarenakan sang suami yang cukup protektif kepadanya.

Sehingga, mediasi tidak berlangsung lama dan menimbulkan sebuah perjanjian dari pihak Atalarik, kepada Marwa.

"Jadi dari situ ada kesepakatan dengan syarat oleh saya, Atalarik, dan KPAI. Ketika ketemu anak dibawa pulang bapaknya. Jika dilanggar, saya tidak bisa ketemu anak lagi, makanya saya tanda tangani surat KPAI itu," ucapnya.

Setelah 28 Juli, Marwa pun kembali bertemu dengan kedua anaknya di Kementerian Sosial pada 2 Agustus 2017 lalu, dengan lagi-lagi ia tidak bisa menghabiskan waktu dengan anaknya sesuka hati.

"Di situ saya ketemu anak, bertemu tapi tidak bisa mendapatkan quality time. Karena Atalarik hadir, sehingga tidak bisa bebas. Saya pulang shooting bela-belain beli makanan untuk anak-anak, tapi saya tidak boleh kasih makanan ke anak-anak," jelasnya.

"Saya menerima keadaan tersebut, ada bukti nya. Bahwa yang butuh anak bukan saya, tapi anak-anak butuh saya juga," tambahnya.

Lanjut Marwa, ikatan batin dengan anaknya pun terjadi. Kesedihan dijelaskan Marwa sangat terasa layaknya ibu yang kehilangan anaknya.

"Saya menahan tangis agar anak tidak melihat saya nangis. Sampai akhirnya Sabira, menangis dan teriak saya disuruh ikut di dalam satu mobil, tapi saya tidak bisa ikut. Syarief bilang nanti ketemu lagi. Di situ bapaknya membuat pernyataan yang keras, pertemuan selanjutnya semua harus di rumah. Dia enggak mau pertemuan di luar yang dianggapnya anak bukanlah properti," ujar Tsania Marwa.

Subscribe to receive free email updates: