Diminta Buka C3l*na untuk Lihat K3l*minnya yang Bengkak, Pasien Pria Ini Malah Ditertawakan Perawat



Suster di rumah sakit ini tak bisa berhenti tertawa ketika meminta agar pasien tersebut menanggalkan celana di hadapannya.

Pada awalnya memang pasie itu ragu untuk melepas celana yang dipakai.

Hanya saja, suster ini berhasil meyakinkan dirinya.

Dia pun meminta agar pasien tersebut mengganti pakaiannya dengan baju khas rumah sakit.

Dan saat itulah, tawa sang perawat tak bisa dihentikan.

Kisah itu berawal ketika ada seorang pasien pria yang datang untuk memeriksa kondisi alat kelaminnya.

Dia mengeluh bahwa organ vitalnya tersebut mengalami bengkak.

Khawatir akan kondisi itu, lelaki yang tak disebutkan namanya datang ke sebuah rumah sakit.

Seperti dilansir dari Wittyfeed, pria itu bertemu seorang perawat wanita.

Ilsutrasi/Wittyfeed ()

Perawat itu berkata bahwa dokter belum datang sehingga segala urusan pasien dipegang oleh dirinya.

Sesaat setalh berbicara soal keluhan pada Mr P-nya, suster itu akan melakukan pemeriksaan.

Dia pun meminta si pasien membuka celananya.

Malu dan ragu merundung pasien lelaki itu.

Perawat tertawa dan menjawab, "Tidak di depan saya," katanya pada pasien tersebut.

Lelaki itu kemudian membuak sebuah rahasia yang selama ini dipendam.

Menurut pria itu, beberapa kali orang tertawa terbahak-bahak ketika melihat anunya.

Mendengar kisah itu, perawat mulai merasa aneh dan curiga.

Meski demikian, untuk menyanggah kisah pasien itu perawat kemudian meyakinkannya.

Dia bertutur bahwa selama 20 tahun menjadi perawat dirinya tak pernah mentertawakan kondisi tubuh pasien.

Pria ini kemudian mulai menuruti permintaan perawat untuk membuka celananya.

Dan perawat itu kemudian mulai tertawa.

Ukuran oragn intim pasien lelaki ini diibaratkan seperti baterai AAA.

Baterai AAA/Net ()


Perawat ini kemudian mencoba menahan tawanya.

Dia mencoba menahan tawa dan kembali bertanya soal keluhan di alat kelaminnya itu.

Pasien lelaki itu pun kemudian menjawab dengan suara tegas, "Ini bengkak," jawabnya sambil menunjuk ke arah kelamin.

Sontak saja, perawat tersebut kembali tertawa hingga terpingkal-pingkal.

Pasien Paksa Dokter Lakukan Ini

Permintaan pria ini menjadi hal paling konyol di dunia kedokteran.

Dirinya mengaku tak kuasa menahan napsu birahi hingga meminta dokter untuk lakukan ini pada alat kelaminnya.

Merasa janggal dan aneh terhadap permintaan lelaki tersebut, dokter itu lantas meminta polisi untuk turun tangan.

Beberapa hari lalu seperti dilansir Daily Mail, pria berusia sekityar 40 tahun datang dengan tergesa ke rumah sakit.

Dia merasa putus asa, tak tahu lagi bagaimana cara menghentikan persoalan yang dihadapi.

Pria yang belum terindentifikasi identitasnya itu meminta untuk buah zakarnya dipotong.

Dirinya mengaku memiliki nafsu seks tinggi hingga tak bisa ia kendalikan.

Terang saja, dokter menolak permintaan tersebut.

Tak mau ambil resiko lain dokter itu lantas meminta bantuan polisi.

Menurut laporan Xiaoxiang Morning Post, pria itu pergi ke Rumah Sakit Sinar Matahari Changsha dan mencari Dr Wu Yin'e dari Departemen Infertilitas.

Ia mengatakan kalau sebelumnya telah mengikuti kursus online doktor tersebut dan memutuskan meminta bantuan.

"Ia baru saja datang dan mengatakan pada saya kalau dia memiliki nafsu tinggi dan ingin zakarnya dipotong," kata Wu.

Wu pun memindahkan pria itu ke Dr Wang Xiang di Departemen Andrologi.

Pria yang meminta dokter Wang melakukan operasi/Daily Mail ()

Wang menjelaskan kalau pria itu tampak hiperaktif dan bersikeras meminta orkidektomi yakni operasi bedah untuk mengangkat testis.

Wang menjelaskan operasi orkidektomi hanya boleh dilakukan untuk mengobati kanker prostat.

Malahan, setelah diperiksa pria tersebut tidak memiliki tanda-tanda kelainan.

"Aku pun bertanya padanya apakah ia memiliki pasangan yang harus kuminta pendapat," ujar Wang.

Namun, pria itu menjawab tidak dan mempertanyakan mengapa para dokter tak mau membantunya.

"Aku memiliki nafsu yang terlalu tinggi dan tak bisa mengontrolnya. Aku terangsang setiap waktu!" tukas pria itu.

Karena Wang tetap menolak dan mengancam membawa pria itu ke pengadilan bila tetap memaksa, pria itu akhirnya menyerah dan pulang. 
Menurut hukum Tiongkok, pria itu bisa didenda karena mengganggu Wang menjalankan tugasnya di rumah sakit.

Subscribe to receive free email updates: