loading...

Kisah Sedih Jalani Operasi Hingga Malaysia,Asri Welas Curhat Kondisi Putra Keduanya Derita Katarak,Bikin Sedih

loading...


Tepat pada bulan Juli 2017 lalu, kabar mengejutkan datang dari artis cantik Asri Welas usai putra keduanya yang Rayyan Gibran Ibrahim (Ibran) divonis menderita katarak di kedua matanya.

Semuanya terungkap dari ketidaksengajaan Rajwa Gilbram Ridha Rahardja (Ibam), putra sulung Asri saat mengajak adiknya bermain.

Saat itu, Ibam menepuk kedua tangannya di hadapan wajah sang adik.

Melihat adiknya tak berkedip, Ibam memberi tahu ibundanya.

Setelah kejadian tersebut, Asri dan Galiech Ridha, suaminya langsung menyadari bahwa ada titik putih di mata Ibran.

Akhirnya, Galiech pun mencoba mencari tahu lewat internet.
Dari hasil pencarian di internet, ia sadar bahwa titik putih merupakan gejala katarak.

"Makanya habis itu saya bawa ke spesialis mata," kata Galiech.
Ibran yang pada saat itu berusia tiga bulan, pun harus menjalani operasi katarak dua kali dalam satu bulan.

Pasca menjalani serangkaian operasi inilah, Asri Welas kembali membagikan kondisi terbaru putra keduanya itu.

Usai menjalani masa pemulihan pada kedua matanya.


Dikutip dari salah satu situs gosip, Jika Asri Welas sempat membawa Ibran untuk melakukan pengobatan ke Malaysia.

"Kemarin kan sudah dua kali sempet periksa ke Malaysia. Dan itu nggak ada.

Kelainan metabolik anak nggak ada. Tapi Senin besok itu kita beriksa lagi, apakah benar pemeriksaannya gitu lho. Jadi apa mau diperiksa lagi atau gimana. Karena sangat jarang sekali.

Mungkin di Indonesia baru Ibran yang cuma matanya saja, tapi tidak ada kelainan lain,” kata Asri saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (5/12).

Lebih Jauh Asri menjelaskan, penyakit yang diderita anaknya memang terbilang sangat langka.

Dimana anak yang terlahir dengan Katarak biasanya karena ada pembawa yang lain misalnya jantung bocor atau kepalanya ada virus.

" Syukur Ibran tidak mengalami hal itu semua. Jadi kita sudah mencari, apakah dari metaboliknya pun ada, tapi di Malaysia sendiri udah ada keluar tidak ada apa-apa.

Jadi ini justru kasus yang langka sekali. Maksudnya, mudah-mudahan tidak masuk dalam penyakit langka. Karena dalam penyakit langka itu ada sesuatu nanti diperkembangannya." bebernya.

Untuk saat ini, Asri mengatakan, tim dokter yang menangani putranya terus memantu kondisi sang anak. Terutama untuk mencari tahu penyebab munculnya katarak pada kedua mata Ibran terseut karena apa.


"Mereka tetap pantau gitu. Dari mana sih kataraknya, masih dicari terus sampai sekarang.

Tapi jika di lihat lagi dari hasil dari metabolik pemeriksaan di Malaysia. perkembangannya so far para dokternya bilang nggak ada apa-apa cuma matanya saja," ucapnya.

Selain itu, akibat dari operasi membuat berat badan Ibran turun dari 6 Kilogram menjadi 4.5 Kg. Apalagi Ibran masih menjalani transfusi saat ini.

"saya tidak memperbolehkan dia untuk balik badan, tengkurep. Nah, itu kan sebenarnya nggak boleh melarang. Karena perkembangan dia itu terjadi harus normalnya begitu.


Jadi umur tiga bulan seharusnya bisa balik badan tapi kita tahan. Karena kan matanya nggak boleh balik,” tutur Asri.

Memang diakuinya, akibat dari tindakan itu membuat perkembangan sedikit terlambat namun Asri berujar jika dirinya telah menyiapkan Terapi untuk menstimulus perkembangan anaknya.


"jangan suka salah, kan ada juga kalau, 'anaknya terapi ada sesuatu tuh di perkembangan anaknya', itu belum tentu gitu. Justru ibu-ibu yang baru melahirkan atau yang sudah nggak punya anak harus ikut terapi perkembangannya supaya tahu.

Nah itu, cara gendongnya, atau apa. Karena dari cara gendong juga bisa mempengaruhi perkembangan otak, jangan salah." Tutupnya.(*)

Subscribe to receive free email updates: