Pasca Melahirkan Anak Kembar Tiga,Ibu Ngeluh Sakit Perut,Tak Diduga Ada Benda Panjang di Kemaluannya



Rasa tak percaya masih menyelimuti hati ibu ini.

Baru saja merasa bahagia karena sudah melahirkan anak ketiga, dia sudah menjerit kesakitan.

Obat bius yang diberikan saat proses persalinan bahkan sudah tak lagi mempan ketika rasa sakit susulan tersebut datang.

Setelah anak kembarnya lahir dengan selamat, rasa sakit menyerangnya tepat dibagian perut.

Bahkan Naomi sampai tak kuasa menahannya.

Hingga keesokan harinya ketika ia membuang air kecil barulah ketahuan dari penyebab dari rasa sakit tersebut.

Saat melihat organ intimnya, wanita itu melihat ada benda ini yang menggantung.

Simak cerita lengkapnya di bawah ini :

Sebuah kisah, kiranya menambah pengetahuan para Ibu dimanapun berada. 

Saya ingin tahu juga apakah ada yang pernah mengalaminya??

Tanggal 15 November 2013, aku masuk ruang operasi setelah melakukan test darah, test alergi dan konsultasi medis dan yg berhubungan dengan anastesi untuk Operasi Cesar melahirkan anakku si kembar.

Semua berjalan dengan lancar, badanku aku legkungkan dan bius di suntikkan ke tulang belakang ku.
Proses pengeluaran bayi terbilang lancar meskipun terbilang epic, ku ingat dokter yang mengoperasi ku sambil menyanyi - nyanyi mengeluarkan bayi-bayiku.
karna setiap kali cesar, biasanya saya pasti sesak dan mual.

anak pertama di keluarkan beratnya 2.4 kg, dan selisih waktu 3 menit lagi anak kedua ku berhasil di keluarkan, dengan BB 2.36 kg


Lancar semuanya...

Setelah semua selesai, bekas bedah di tutup, ada yang aneh... aku bisa menggerakkan jempol kaki ku, lalu aku di dorong ke ruang penghangat, kaki ku sudah bisa di gerakkan.
Tanyaku kepada 2 orang suster yang mau menghangatkan ku dengan selimut hangat khusus di sana " Suster, kok saya udah bisa menggerakkan kaki saya ya?? baru aja selesai di di jahit ini?"
kulihat mereka sih saling memandang , dan bilang "ga apa apa bu, ibu istirahat aja dulu ya". sambil memberes bereskan selimutku.

Aku sedikit tenang sambil berharap tidak akan terjadi apa apa, tapi kok terasa perih sekali di perutku, dan kaki ku sudah bisa bebas bergerak, tapi aku takut menggerakkannya, karna setiap kali bergerak, perutku sangat perih dan sakit dan ngilu.

Gak sampai 5 menit lagi, sakitnya meradang, sangatttttt sakit dan perihh , tepat di bekas luka cesarku itu, meradang sampai kesemua tubuh. 
Suster ku panggil, dan mereka cepat cepat membawa aku ke ruang perawatan.

Semuanya tambah sakit, perihhhhhhh , sakittttt sampai ke ulu hati dan sampai ke ubun ubun, saya sudah banyak mengalami sakit, tapi sakit nya ini luarrr biasa, tidak tertahankan, mau menjerit tapi tidak bisa, aku hanya meraung raung sambil menahan perutku agar gak bergerak, sambil aku menyumpal mulutku dengan selimut agar aku bisa menggigitnya.

Akhirnya aku diberi obat penenang, entah apa.. tapi sedikitpun tidak ada pengaruhnya, lalu di tambahkan dosis obat penghilang rasa sakit tapi ttp nihil, demi dewa...SAKITTTTTTTTT dan PERIHHHHHH 
luarr biasa, seperti di sayat sayat perutku ( ya iyalah, emang perut habis di belah belih hiks ), tambah menit tambah sakit, aku meraung raung lebih dari 1 jam, lalu setelah konsultasi lagi ke dokter, akhirnya aku di beri Morfin, gak tau dosisnya berapa, tapi.........sakit ku tetap tak berkurang, tetap sakittt , aku meraung raung antara sadar atau tidak, yg pasti ketika aku sadar, yang terasa hanya sakitttttttttt..........3 jam berlalu, sakit tetap meraja lela, dan selimut tetap sambil menggigit selimut.


Keluargaku cemas semua, suamiku , Bapak ku, sampai mertuaku pun kulihat menangis tak tega melihat penderitaan ku. 

Akhirnya aku mendengar adikku bertanya dengan nada agak besar ke suster " suster, tolong lah di cek dulu ini, mana pernah ada begitu habis melahirkan!!, ini anak ke tiganya, dia tidak pernah begini !"
Suster-suster itu lalu panik, dan adikku terus mendesak supaya segera di panggil dokternya, agar bisa langsung di lihat keadaanku.

Tak lama kemudian, dokter kandungan ku datang , dan keluarga menanyakan " dokter, tolong lah, kenapa masih kesakitan terus dia?" ( gak ingat siapa yg nanya ), lalu dokternya bilang " Bu, kalau misalkan ada perang, dan tentara kena tembak atau kena bom, obat yang ibu pakai ini lah yang di pakai untuk mengoperasinya"
"Tapi dokter, kenapa tidak berkurang sakitnya?? " kenapa begitu selesai di tutup cesarnya, dia langsung sadar total, dan sudah tidak ada sisa obat biusnya?? :
ku ingat mertuaku berkata kepada dokter "tolonglah dokter, menantu ku ini, kasihan sekali, gak kuat kami melihatnya'" ( sambil ibu mertuaku ter isak menangis)
dokternya bilang " ya sudah , nanti kami kasi lagi obat untuk mengurangi sakitnya "
sambil dokter nya pergi.

Subscribe to receive free email updates: