Beredar Foto Wanita Berhijab Bersihkan Gereja St Lidwina Sleman Pasca Diserang Pria Ngamuk!



Sebuah foto yang menunjukkan wanita berhijab membersihkan gereja St Lidwina di Bedog, Sleman, Yogyakarta viral di media sosial.

Foto ini tersebar di media sosial setelah diunggah pemilik akun Instagram Candramalik, Senin (12/2/2018).

Foto pertama menunjukkan wanita yang mengenakan jaket dan penutup kepala putih menggengam sapu.

Ia membersihkan puing-puing sisa amukan lelaki yang menyerang gereja tersebut pada Minggu (11/2/2018) pagi.

Hal serupa juga ditunjukkan pada foto kedua.Instagram ()

Tanpa ragu wanita yang mengenakan hijab khas orang muslim itu membersihkan gereja di kawal oleh petugas keamanan.

"Inilah wajah Indonesia sejatinya: ramah, rukun, saling menghormati, tepa slira, dan saling menolong. Mari kita jaga bersama Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia. ‪

Foto di Gereja Katholik St Lidwina Bedog Yogyakarta.‬" tulis Candra untuk memaknai foto tersebut.

Sejak diunggah foto ini telah mencuri perhatian netizen hingga 1.598 tanda likes untuk postingan ini hingga Senin sore.

Diketahui seorang lelaki tak dikenal menyerang Gereja St Lidwina, Minggu pagi.

Akibatnya beberapa jamaat dan Pastor Prier, SJ yang memimpin misa mengalami luka.

Seorang Jamaah, Permadi, menjadi korban pertama yang terkena tebasan pedang.

“Pelaku datang sudah dengan menghunuskan pedang. Saya yang terkena pertama kali,” ujar Permadi, sambil menunjukkan punggungnya yang terluka.

Setelah melukai Permadi, pelaku masuk gereja dari pintu selatan.

Pelaku merangsek ke dalam gereja dan melukai sekitar 10 orang umat.

Masyoritas mengalami luka di bagian kepala.

Ketua Umum Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Hargo Mandiraharjo, mengecam keras tindakan pelaku.

Ia khwatir adanya upaya untuk membenturkan umat bergama dengan menyerang tokoh agama di tempat ibadah.

Ia berharap agar umat bergama tidak terprovokasi dengan aksi segelintir oknum tersebut.

"Untuk bergerak memberikan pemahaman kepada umat agar tidak terprovokasi. Teruslah membangun komunikasi dan solidaritas antarumat beragama dan kepercayaan untuk mempertahankan kebinekaan bangsa dan persatuan Indonesia," ujar Hargo seperti dikutip Tribunstyle.com dari Kompas.com, Senin (12/2/2018).

Subscribe to receive free email updates: