loading...

Lapor ke Polisi Ngaku Kerampokan Rp 205 Juta, Malah Terbongkar Kedok Sebenarnya dari Alamsyah

loading...


Niat Alamsyah (42) warga Desa Suka Kaya, Kecamatan Muara Saling, Kabupaten Empatlawang menikmati uang Rp 100 juta hasil kejahatannya harus dikuburnya dalam-dalam.

Polisi membongkar drama Alamsyah pura-pura menjadi korban penodongan.

Ceritanya, Alamsyah melapor ke Mapolsek Muarabeliti kalau dia dan dua rekannya, Pono dan Muhamad Syukur (38) warga Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empatlawang, kehilangan uang sebesar Rp 205 juta.

Karena dirampok di perjalanan sepulang dari menjual getah karet di PT SW di Kabupaten Muaro Bungo Provinsi Jambi.

"Dalam laporannya di Polsek Muara Beliti Muhamad Syukur mengatakan pada Senin (26/2) pukul 01.30 WIB dini hari di Jalinsum Desa Kebur Jaya Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kabupaten Mura."

"Mereka bertiga telah dirampok oleh dua orang tak dikenal," kata Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Muara Beliti AKP Tri Sopa.

Setelah melakukan pendalaman dan melakukan penyidikan kepada ketiga korban, rupanya ada kejanggalan.

Polisi menginterogasi secara mendalam, sampai kemudian Alamsyah mengakui telah merencanakan penodongan itu.

Dengan menyuruh dua temannya yakni Sie (38), warga Desa Taba Kebon, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten EmpatlLawang dan satunya tak dikenal untuk pura-pura menodong mereka.

"Modusnya bermula ketika Alamsah serta saksi Pono dan saksi Muhamad Syukur pulang dari menjual getah karet dengan membawa uang hasil penjualan karet sebesar Rp 205 juta," kata Tri.

Kemudian sekira pukul 21.00 WIB, Alamsah bersama Pono dan Syukur singgah di Rumah Makan Jeme Kite di Pemenang Bangko.

Alamsah menelepon dua rekannya yang lain untuk merencanakan aksi penodongan di Desa Kebur.

"Setelah itu Alamsyah melanjutkan perjalanan, kemudian sekira pukul 24.00 WIB sesampai di warung pecel lele di samping Bank Mandiri Lubuk Linggau ketiganya singgah lagi untuk kembali makan," kata kaposek.


Sementara Alamsah tetap berkomunikasi dengan Sie untuk memberitahukan keberadaan perjalanan mereka.

Ketika sampai di desa Lubuk Besar yang akan mendekati tempat lokasi penodongan Alamsah mengabarkan kalau mereka sudah dekat.

"Setelah di TKP. Sie dan satu orang temannya membuntuti mobil truk yang mereka bertiga tumpangi dengan menggunakan motor Honda Vario warna hitam."

"Lalu memberhentikannya dengan mengancam menggunakan senpira dan sajam," ucapnya.

Kemudian langsung mengambil tas milik Muhammad Syukur warna hitam yang berisikan uang 205 juta di dekat handel gigi mobil truk.

Usai mengambil tas, Sie dan temannya kabur ke arah Tebing Tinggi.

"Rupanya perjanjianya mereka Alamsyah mendapat bagian Rp 100 juta yang langsung diletakkan di rumahnya di Desa Sukakaya Kecamatan Muara Saling kabupaten 4 Lawang."

"Sementara sisanya dibawa Rp 105 juta dibawa Sie dan temannya," ungkapnya.

Alamsyah pun diamankan, Senin (26/2) sekira pukul 12.30 WIB, bersamaan dengan barang bukti (BB) hasil kejahatannya berupa uang Rp 100 juta yang ditemukan berada di rumahnya.

Lalu turut pula disita sebagai barang bukti satu unit mobil truk yang mereka gunakan untuk mengangkut karet, satu buah kunci kontak mobil truk, dan satu buah hp Oppo warna putih.

Subscribe to receive free email updates: