Terjerat Narkoba! Inilah 5 Aktivitas Aktor Ganteng Rizal Djibran Sebelum Ditangkap



Artis Rizal Djibran dikabarkan ditangkap dengan barang bukti sabu 0.66 gram di kawasan Bekasi (21/2/2018).

Dilansir dari tribunnews.com, penangkapan dilakukan oleh pihak Direktorat Kriminal Narkoba Bareskrim.

Hal itu disampaikan Brigjen Pol Siswandi, selaku penasehat dan pendiri GPAN saat ditemui di kantornya.

Berikut berbagai potret Rizal Djibran sebelum terjerat kasus narkoba berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com:

1. Tampaknya Rizal ikut bergabung di bisnis MLM 4 Jovem

2. Ikut hadir di Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017

3. Penampakan Rizal saat syuting sinetron drama

4. Penampilan Rizal saat berperan menjadi dokter di sebuah sinetron

5. Saat menjadi Disc Jockey (DJ) di HUT Hardiknas 2017

Rizal Djibran sendiri ditangkap pada tanggal 21 Februari 2018 dikediamannya di kawasan Grand Wisata Bekasi Blok AD no.1, Bekasi, Jawa Barat.

"Padahal kalau kita bermitra dengan polisi, banyak manfaat yang di dapatkan," ucapnya.

Program kemitraan itu berguna untuk membantu selebritis yang bermasalah dengan hukum.

Khususnya menyangkut persoalan penipuan dan konflik yang berujung saling lapor di kepolisian.


Gion Prabowo selaku Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo), mendukung niat Rizal Djibran untuk bermitra dengan polisi.

“Perlu diketahui sekali lagi, jika ada artis Pafindo yang terlibat teroris atau narkoba, tidak akan kita bantu. Tapi, diluar masalah itu, kita akan bantu dan akan menyelesaikan sebaik mungkin persoalan yang menimpa anggota kita," ucap Gion.

Sosok Rizal Djibran Pernah Lapor ke Polda Metro Jaya Gara-gara Iklan Tisu

Rizal melaporkan Kamal Tarachan ke Polda Metro Jaya pada 3 Juni 2015.

Hal itu dilakukannya karena dirinya merasa ditipu atas penawaran Kamal di pemasangan iklan kemasan tisu tak sesuai seperti yang dijanjikan.

Dilansir dari kompas.com, melalui perusahaan tisu Bintara Eksimindo Rizal dijanjikan keuntungan yang berlipat dari hasil penjualan tisu.

"Namun, kenyataannya, sudah berbulan-bulan keuntungannya tidak diberikan juga. Dari situ saya sudah mulai curiga, kira-kira dari satu bulan yang lalu," kata Rizal kepada wartawan.

Rizal dan beberapa korban lain membawa barang bukti berupa kontrak kerja dan produk tisu yang kemasannya sudah dicetak. 
Sejak bergulir dari tahun 2012, banyak orang menginvestasikan sejumlah dana ke dalam bisnis itu.

Walaupun terhitung sudah cukup lama, keuntungan yang mereka terima belum jelas.

Mereka juga tidak menerima bukti kemasan tisu yang tercetak iklan mereka sudah dipasarkan.

Subscribe to receive free email updates: