Terkait Bencana Longsor di Brebes,Mbah Mijan Beberkan Hasil Penerawangannya, Sebentar Lagi!



Pada hari Kamis (22/2/2018) pagi bencana longsor kembali melanda daerah Pegununan Lio, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Akibat bencana tersebut, ada puluhan warga yang tertimbun longsoran tanah.

Diperkirakan bencana alam tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan data sementara, tercatat 5 orang meninggal dunia, 19 orang hilang, dan 14 orang mengalami luka-luka.

Tribunstyle melansir dari Tribunnews, "Semua korban sudah dikenali identitasnya. 18 orang yang hilang diduga tertimbun longsor dan hanyut ke Sungai Cigunung," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangannya, Kamis (22/2/2018).

Sutopo menambahkan, Tim SAR Gabungan itu terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat.

Pihaknya mengaku kewalahan melakukan evakuasi karena medan yang sulit.

"Yang masih dilaksanakan adalah penyisiran sepanjang sungai untuk mencari korban hanyut lainnya," kata Sutopo.

Berdasarkan prosedur, pencarian akan dilakukan selama 7 hari non stop.

"Jika belum ditemukan maka akan dilanjutkan 7 hari berikutnya. Tidak mudah mencari korban tertimbun longsor karena kondisi lapangan," ujar dia.

Sutopo juga menyebut ada potensi longsor susulan.

"Pencarian dilakukan secara manual. Alat berat belum dapat digunakan. Pencarian akan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Jika gelap, apalagi hujan maka pencarian akan dihentikan sementara," ujar Sutopo.

Pada hari Sabtu (24/2/2018) tadi, satu tim yang terdiri dari TNI, BPBD, dan Basarnas diberangkatkan untuk mengecek daerah hulu longsoran.

Hal ini dilakukan guna melihat apakah ada pergerakan tanah yang bisa mengakibatkan longsor susulan atau tidak.

Seperti yang Tribunstyle lansir dari Tribun Jateng, "Ada tim yang mengecek di atas apakah masih membahayakan atau ada longsor susulan atau tidak," kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat memantau di lokasi longsor.

Selain itu, longsor susulan juga bisa membahayakan warga lain yang berada di bawahnya.

"Makanya kami mengimbau kepada warga untuk mengungsi di tempat aman," tegas Condro.

Selain bencana longsor, Brebes juga sedang dilanda banjir.

Bencana alam tersebut terjadi di Kecamatan Losari, wilayah utara Kabupaten Brebes.

Banjir ini terjadi akibat tanggul jebol di beberapa titik dan meluapnya Sungai Cisanggarung, Jumat (23/2/2018).

"Hari ini sudah bisa dilewati namun untuk kendaraan besar. Untuk kendaraan kecil dan sepeda motor dialihkan ke jalan tol," kata Condro.

Untuk membantu korban banjir, pihaknya mengirim 700 personil polisi.

"Kami kerahkan personel dari satuan yang memiliki kemampuan SAR," ucapnya

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes Eko Andalas mengatakan bahwa sudah ada delapan desa di Kecamatan Losari yang terendam banjir.

Kedelapannya adalah Bojongsari, Losari Kidul, Kedungeneng, Babakan, Jatisawit, dan Karangsambong.

"Banjir tidak hanya melanda pemukiman penduduk, tapi juga jalan jalur utama pantura Brebes," tutur Eko.

Menanggapi hal ini, Mbah Mijan lagi-lagi mengeluarkan cuitannya.

Dalam postingan yang diunggah pada hari Sabtu (24/2/2018) tadi, Mbah Mijan mengaku prihatin atas bencana alam yang melanda Kabupaten Brebes.

Dia juga mendoakan semoga warga Brebes diberikan keselamatan dan kesehatan.

Selain itu, Mbah Mijan juga mengatakan banjir dan longsor di Brebes akan segera berakhir.

Paranormal termuda Indonesia itu juga meminta semua orang yang membaca postingannya mendoakan keluarga korban bencana tersebut.

Cuitan itu ia unggah dalam bahasa Jawa.

"Sugeng enjing kagem poro sedulur Brebes, mugi kemawon tansah pinaringan kesarasan lan ugi keselametan, insyaallah sekedap malih longsor lan banjir rampung, monggo dedongo sareng-sareng, kagem keluargi korban, dalem turut berduka, maturnuwun."


(Selamat pagi saudaraku yang ada di Brebes, semoga kalian diberikan kesehatan dan keselamatan, insyaaallah sebentar lagi longsor dan banjirnya akan selesai, mari kita berdoa bersama-sama, untuk keluarga korban, saya turut berduka cita, terima kasih) tulisnya.

Subscribe to receive free email updates: